Antarajawabarat.com,22/4 - Lokomotif KA Malabar (Bandung-Malang) yang terguling di KM244 di Ciawi Kabupaten Tasikmalaya rencananya diangkat pekan ini.

"Dalam dua hingga tiga hari ke depan akan dilakukan pengangkatan lokomotif KA Malabar yang anjlok di Tasikmalaya, jalurnya sudah memungkinkan melakukan pengangkatan lokomotif itu," kata Kepala Humas PTKA Daop II Bandung Zunerfin di Bandung, Selasa.

Ia menyebutkan, pengangkatan lokomotif itu dilakukan menunggu badan jalan rel di jalur itu stabil, sehingga memungkinkan alat berat crane untuk menarik lokomotif yang terguling pada 4 April lalu.

"Evakuasi kereta yang anjlok di sana lebih mudah, karena ringan, sedangkan lokomotif bobotnya sangat berat sehingga harus menunggu jalur stabil," katanya.

Persiapan yang dilakukan saat ini, kata dia, adalah membuat sengkedan atau jalan untuk alat berat agar bisa menarik lokomotif tersebut. Bagian 'boogie' lokomotif itu sudah diangkat terlebih dahulu untuk meringankan beban pada saat menarik dengan menggunakan alat berat itu.

Bobot lokomotif jenis CC203 itu sekitar 86 ton, namun setelah bagian boogie-nya diangkat maka bebannya hanya sekitar 50 ton, sehingga memungkinkan untuk ditarik dengan alat berat.

"Langkah pertama ditarik untuk mendekati jalan rel, selanjutnya diangkat dengan menggunakan alat berat yang menempel di rel sehingga harus dipastikan posisinya kuat," katanya.

Terkait kapan proses menarik lokomotif ke rel, menurut Zunerfin, kemungkinan akan tuntas dalam dua hingga tiga hari ke depan.

Proses pengangkatan lokomotif itu akan disesuaikan dengan jadwal kosong di jalur selatan yang cukup padat itu.

"Mudah-mudahan Kamis atau Jumat ini lokomitif sudah bisa diangkat dan dievakuasi ke Bandung," katanya.

Selama di lokasi anjlok, lokomotif itu dijaga oleh petugas yang ditempatkan di Posko Pengawas Khusus di lokasi tersebut.

"Jalur itu masih dipantau oleh pengawas khusus, laju kecepatan KA juga masih dibatasi maksimal lima kilometer per jam. Namun secara umum jalur itu sudah normal dan aman dilintasi," kata juru bicara PTKA Daop II Bandung itu menambahkan. ***2***

Syarif A


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026