Jakarta (ANTARA) - Analis Bank Woori Saudara BWS Rully Nova memprediksi nilai tukar rupiah melemah pada kisaran Rp15.650-Rp15.680 per dolar Amerika Serikat (AS).
"Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh faktor eksternal, yakni pidato Presiden The Fed (Gubernur Bank Sentral AS The Fed Jerome Powell) yang masih menunjukkan sikap hawkish dan neraca perdagangan China yang lebih rendah dibanding periode sebelumnya," kata dia ketika dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.
Ke depan, perekonomian AS masih akan bertumbuh kuat dan pasar tenaga kerja AS masih ketat dengan pertumbuhan moderat. Hal tersebut berakibat pada inflasi AS yang sulit turun dengan cepat mendekati target 2 persen.
Dengan kebijakan moneter ketat dengan suku bunga tinggi yang terus dijalankan The Fed, maka index dolar AS akan selalu tinggi dan nilai perdagangan internasional tidak lagi kompetitif.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Analis prediksi rupiah bisa sentuh Rp15.680 per dolar AS
Pewarta: M Baqir Idrus AlatasEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.