"Kecelakaan kerja di Jabar masih tinggi, meski ada penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2013 terjadi 22.438 kasus dengan totan klaim jaminan mencapai Rp89,75 miliar," kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jabar Teguh Purwanto di Bandung, Rabu.
Namun demikian, jumlah tersebut masih jauh di bawah klaim Jaminan kesehatan yang mulai 1 Januari 2014 dilimpahkan dan ditangani oleh BPJS Kesehatan. Pembayaran klaim jaminan kesehatan pada 2013 mencapai Rp472,12 miliar untuk 6,072 kasus.
Sedangkan total klaim asuransi Jamsostek pada 2013 mencapai Rp2,4 miliar dengan jumlah pembayaran klaim tertinggi untuk jaminan hari tua (JHT) yang mencapai Rp1,75 triliun bagi 249.039 peserta Jamsostek.
"Tahun 2014, setelah bertransformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaan, kami menangani JHT, Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian. Kami juga akan melakukan terobosan dan inovasi layanan untuk optimalisasi manfaat bagi peserta," kata Teguh.
Lebih lanjur, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jabar menyebutkan, posisi terakhir pada minggu kedua Januari 2014, jumlah peserta jaminan sebanyak 7,064 juta pekerja dengan jumlah perusahaan sebanyak 30.383 perusahaan.
Sementara itu Pemprov Jabar, melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menggulirkan program Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) tahun 2014 tingkat Jabar. Hal itu untuk mendorong perhatian dan kesadaran perusahaan dan pekerja tentang pentingnya jaminan sosial.
"Program Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja ini untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan atas norma K3, serta terwujudnya budaya K3 pada masyarakat Jabar," kata Kepala Disnakertrans Jabar Hening Widiatmoko menambahkan.***3***
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.