Antarajawabarat.com,21/12 - Direktur Utama PT Bank Jabar Banten (BJB) Tbk Bien Subiantoro memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2014 akan bergerak di kisaran lima persen, seiring pertumbuhan kredit perbankan yang melambat.

"Bank Indonesia akan meminta perbankan menekan laju pertumbuhan kredit. Perlambatan pertumbuhan kredit ini berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi," ujar Bien saat kumpul media di Bali, Jumat malam.

Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan kredit perbankan pada tahun depan di kisaran 15-17 persen. Namun, menurutnya, pertumbuhan kredit perbankan bisa saja menyentuh hingga 20 persen pada 2014.

Ia menuturkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia biasanya seperempat dari pertumbuhan kredit perbankan. Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan kredit perbankan selalu berada di atas 20 persen sehingga turut memacu pertumbuhan ekonomi Tanah Air hingga enam persen.

"Ke depan kalau ditargetkan hanya tumbuh 20 persen, berarti perekonomian kita tumbuh lima persen, makanya Bank Dunia juga memprediksi pertumbuhan Indonesia lima persen," ujarnya.

Upaya stabilisasi ekonomi yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga 2014 menjadi alasan penurunan angka pertumbuhan kredit perbankan oleh Bank Indonesia, antara lain dalam bentuk menjaga agar defisit transaksi berjalan kita bisa berada di tingkat yang lebih berkesinambungan.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, dengan kondisi tingkat bunga sekarang yang sudah lebih tinggi juga akan membuat pertumbuhan kredit perbankan akan ada di kisaran 15-17 persen. ***3***

antara


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026