Para pengunjuk rasa yang berkumpul di depan pagar kantor BPLHD itu menyuarakan tuntutan agar Pemerintah Provinsi Jabar segera menghentikan penggalian pasir besi yang berlangsung di sepanjang pantai selatan Jawa Barat yang membentang dari Tasikmalaya selatan, Garut, hingga Sukambumi.
Menurut pengunjuk rasa, penggalian pasir itu membuat pantai di kawasan tersebut menghancurkan lingkungan hidup, menghilangnya sempadan pantai, menghilangnya pandan laut,ketapang, dan kelapa yang selama ini mendominasi kawasan pantai, dan munculnya lubang yang mengancam keselamatan manusia.
Belum lama ini, begitu, keterangan seorang pengunjuk rasa, ada seorang anak yang meninggal akibat terjerumus ke dalam lubang di kawasan Tasikmalaya selatan.
Pengunjuk rasa juga menuntut angkutan hasil galian pasir laut yang melalui jalur darat dihentikan segera karena hanya merusak infrastruktur jalan yang dilalui.
Editor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.