"Rasa optimisme kembali tumbuh yang ditandai dengan gerakan-gerakan inspiratif dari daerah. Daerah sangat signifikan dalam mendorong optimisme saat ini," kata Ridwan Kamil.
Menurut dia, kemajuan-kemajuan dan gebrakan yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat di daerah mulai menunjukkan perannya dalam mengisi dan memberi solusi mengatasi permasalahan bangsa.
Ia menyebutkan, gerakan-gerakan inisiatif terkecil sekalipun memberikan dampak yang besar bagi pertumbuhan dan meningkatkan rasa optimisme bangsa.
"Saya kira inisiatif, inspirasi dan kreasi dari daerah tidak dapat dipangang enteng, solusi tidak selalu dari pusat tapi daerah punya peran. Oleh karena itu perlu terus didorong oleh semua pihak," kata Ridwan yang lulusan arsitek Amerika Serikat itu.
Pada kesempatan itu, Ridwan Kamil yang juga penggerak komunitas kreatif Kota Bandung itu mengharapkan adanya dukungan media untuk menyebar luaskan optimisme daerah untuk menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia.
"Peranan media massa sangat diperlukan dalam memberikan porsi lebih besar untuk mengekspos kegiatan dan upaya kreatif dari daerah. Sayangnya terkadang keberhasilan pemerintah atau komunitas di daerah kurang tersosialisasikan atau terekspos ke publik," katanya.
Lebih lanjut, Ridwan Kamil menyebutkan gerakan-gerakan kecil harus diperhitungkan, karena gerakan besar berawal dari gerakan kecil.
"Seperti saya di Kota Bandung, kami optimalkan gerakan-gerakan hingga tingkat keluarga. Hal itu untuk memastikan jejaring pembangunan bisa sampai ke tingkat terendah," katanya.
Di sisi lain, peranan pimpian daerah sangat diperlukan untuk mendorong perubahan yang dipastikan harus dilakukan secara bertahap dan tidak bisa sekaligus dilakukan.
"Gerakan Jumat bersepeda contohnya ya saya harus bersepeda ke kantor, dan itu saya lakukan setiap hari. Memang tidak bisa secepatnya namun setidaknya animo untuk menggunakan alat transportasi murah itu meningkat," katanya menambahkan.***1***
Syarif A
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.