Antarajawabarat.com,2/11 - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi menempa 25 calon pengamat gunung api yang akan ditempatkan di sejumlah posko di Indonesia.

"PVMBG tahun ini mendapat tambahan 25 pengamat gunung api baru yang tengah ditempa di Bandung dan Manado, nantinya akan disebar ke sejumlah Posko Pengamatan Gunung Api di Indonesia," kata Kepala PVMBG Badan Geologi Hendrasto di Bandung, Jumat.

Menurut Hendrasto, moratorium perekrutan PNS baru mengakibatkan sejumlah posisi di Posko Gunung Api kosong dan harus digantikan dengan tenaga baru yang direkrut pada akhir 2013.

Pengamat gunung api yang baru itu, kata dia, adalah lulusan diploma tiga (D3) dan SMK informatika. Mereka disiapkan untuk menempati posko gunung api.

"Mereka menjalani pelatihan selama 40 hari untuk pemantauan dan pengoperasian alat di posko, mereka ditempa juga untuk terbiasa menghadapi situasi kedaruratan dan sistem pelaporan online ke Crisis Center PVMBG," katanya.

Sistem perekrutan langsung dilakukan secara online ke sistem Badan Kepegawaian Nasional (BKN). PVMBG mendapat jatah PNS cukup banyak dibandingkan badan dan lembaga lainnya di Kementerian ESDM.

"Kebutuhan pengawas gunung api saat ini sekitar 300 orang, namun belum bisa sepenuhnya dilakukan perekrutan, harus bertahap karena terkait dengan anggaran," katanya.

Hendrasto menyebutkan, jumlah gunung api tipe A saat ini 72 gunung yang tersebar di sejumlah daerah di Indonesia. Komposisi petugas posko saat ini maksimal baru dua orang.

"Idealnya setiap Posko PGA ada empat pengawas gunung api, namun kita bertahap saja. Penambahan ini diharapkan di beberapa PGA menjadi tiga orang sehingga 'shift' bisa lebih efektif," kata Hendrasto. ***1***
(S033)


Syarif A


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026