Antarajawabarat.com,18/9 - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Garut, Jawa Barat, menghabiskan anggaran Rp33 miliar dari dana yang tersedia Rp47 miliar bersumber dari APBD Pemerintah Kabupaten Garut.

"Untuk Pilkada Garut ini kami sudah menghabiskan anggaran sebesar Rp33 miliar," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut Aja Rowikarim usai rapat pleno penetapan perolehan suara 10 pasangan calon bupati/wakil bupati Garut periode 2014-2019 di gedung Mutiara, Garut, Selasa.

Ia menuturkan besaran anggaran yang sudah digunakan untuk Pilkada Garut itu mulai dari tahapan awal sosialisasi, pelaksanaan pemungutan suara hingga rapat pleno perolehan dan penetapan jumlah suara pasangan calon.

Menurut dia, anggaran yang cukup besar teralokasikan untuk pelaksanaan Pilkada Garut yakni honor para petugas tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) hingga petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Alokasi anggaran yang paling besar untuk honor petugas yang mencapai 50 persen," katanya.

Ia menjelaskan, anggaran Rp33 miliar itu rincinan alokasinya cukup banyak selain honor petugas juga untuk pengadaan logistik seperti cetak surat suara dan membuat TPS.

"Secara rinci ada datanya, namun yang jelas anggaran itu digunakan untuk pengadaan logistik, surat suara, mendirikan TPS dan sebagainya," kata Aja.

Sementara itu, Pilkada Garut dilakukan putaran kedua karena hasil perhitungan suara dari 10 pasangan calon tidak ada yang mencapai 30 persen peraihan suara dari jumlah suara sah.

KPU Garut menyiapkan dana untuk pelaksanaan Pilkada putaran kedua dari anggaran yang tersisa sebesar Rp14 miliar.

Menurut Aja, anggaran Rp14 miliar untuk Pilkada Garut putaran kedua tidak cukup, namun KPU akan mengupayakan cukup sampai pelaksanaannya selesai.

"Sebenarnya anggaran yang sudah tersedia untuk Pilkada putaran kedua masih kurang, tapi mau bagaimana lagi anggaran itu sudah ditetapkan sebesar itu dan tidak akan ada penambahan lagi," kata Aja.

Sementara itu pasangan calon yang ikut Pilkada putaran kedua yakni nomor urut 5 Agus Hamdani (Bupati Garut saat ini)-Abdusy Syakur diusung PPP dan PKB yang memperoleh 251.617 suara atau 22,74 persen dan pasangan nomor urut 8. Rudy Gunawan-Helmi Budiman diusung PKS, Gerindra dan PBB meraih 256.323 suara atau 23,17 persen.

Dua pasangan calon itu akan dipilih kembali oleh masyarakat Garut pada 17 November 2013 jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sama seperti Pilkada Garut pertama sebanyak 1.790.130 suara tersebar di 4.064 tempat pemungutan suara tersebar di 42 kecamatan.***1***

Feri p


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026