"Cipanas Garut aman dikunjungi, wisatawan tetap tenang berwisata seperti biasa meskipun status Gunung Guntur naik dari normal menjadi waspada," kata Kepala BPBD Garut Dikdik Hendrajaya usai meninjau Pos Pengamatan Gunung Guntur, Sabtu.
Ia menjelaskan kawasan wisata air panas unggulan Garut itu berada dalam radius lebih dari 2 km yang merupakan kawasan aman ketika Gunung Guntur dinyatakan status waspada.
Berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kata Dikdik, ancaman bahaya Gunung Guntur pada status waspada pada radius 2 km dari puncak kawah gunung.
"Saya imbau warga atau wisatawan tidak mendekati Gunung Guntur di radius 2 kilometer dari puncak gunung," katanya.
Sejak peningkatan status Gunung Guntur menjadi waspada, Jumat (30/8), BPBD Garut telah menyosialisasikan status gunung dan mengimbau masyarakat agar tidak panik.
BPBD, kata Dikdik, bersiaga 24 jam untuk terus memantau situasi dan perkembangan gunung api terbesar di Garut itu.
"Jalur evakuasi sudah siap, masyarakat sendiri juga sudah siap bagaimana menyelematkan diri kalau betul Gunung Guntur meletus," kata Dikdik.
Sebelumnya, PVMBG menetapkan status Gunung Guntur naik dari normal menjadi waspada, 30 Agustus 2013 pukul 16.00 WIB.
Peningkatan status itu karena adanya peningkatan aktivitas kegempaan yang tercatat 1 sampai 7 Agustus 2013 terjadi enam kali gempa vulkanik dalam dan empat kali gempa vulkanik dangkal, kemudian 29 sampai 30 Agustus empat kali gempa vulkanik dalam, empat kali gempa vulkanik dangkal dan dua kali gempa tektonik jauh.
Status waspada tersebut sudah terjadi dua kali selama 2013, pertama ditetapkan status waspada 2 April 2013, kemudian kembali normal 7 Mei 2013.
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.