Api yang berkecamuk selama 14 jam itu, masih belum berhasil ditaklukan sehingga hampir 100 persen dari bangunan pasar tersebut, hangus terbakar.
Meskipun api belum berhasil dipadamkan secara keseluruhan sejumlah pemilik kios berusaha untuk melihat sisa bangunan kios mereka yang tidak lagi berisi barang sedikipun.
Beberapa orang diantaranya terlihat mengais puing-puing yang disisakan api, meskipun tidak ada apapun yang mereka temukan dibawah puing-puing tersebut.
"Kami hanya bisa pasrah dan berharap dapat kembali berjualan di lokasi ini. Tidak ada yang tersisa dari dalam kios hanya puing-puing dan sisa abu yang kami temukan," kata Daud (45) salah seorang pedagang yang sebelum terbakar menjual makanan ringan.
Sementara itu, Daryana salah seorang petugas pemadam kebakaran mengungkapkan, lamanya proses pemadaman api yang membakar sebagian besar bangunan pasar tersebut, terkendala dengan peralatan yang dimiliki pihaknya untuk menembus ke bagian dalam.
"Tidak ada peralatan penunjang seperti masker untuk menembus tebalnya asap guna memadamkan api yang masih menyala dibagian dalam bangunan. Selain itu, tidak ada pakaian anti api yang dimiliki damkar Cianjur," katanya.
Hingga sore menjelang, puluhan anggota damkar Cianjur, dibantu puluhan anggota damkar Sukabumi, berusaha memadamkan api dengan menyisir masing-masing blok dari berbagai penjuru.
Hal tersebut sebagai upaya saling melindungi sesama petugas saat memasuki bagian dalam atas dan bawah bangunan. Upaya tersebut dirasa cukup evektif dimana api yang masih membesar dapat dipadamkan secara bersamaan.
Sedangkan untuk memadamkan api yang masih menyala dibeberapa titik dibagian dalam bangunan pasar, Damkar Cianjur mendapat bantuan dari Damkar Sukabumi, sebanyak lima unit kendaraan dengan 30 personil.***4***(KR,FKR)
Fikri
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.