"Pemeriksaan kesehatan hewan kurban itu dilakukan dengan monitoring pada hewan yang mau dipotong, biasanya ada di bandar, di kandang, di pasar atau mungkin di tempat penampungan," kata Kepala Diskanak Kabupaten Garut Sofyan Yani kepada wartawan di Garut, Jumat.
Ia menuturkan, Diskanak Kabupaten Garut setiap tahunnya pasti menyiapkan petugas maupun dokter kesehatan hewan untuk memastikan hewan kurban yang dijual di pasaran terbebas dari penyakit dan layak untuk dijadikan kurban.
Petugas khusus kesehatan hewan kurban itu, kata dia, akan mulai efektif berjalan tujuh hari sebelum pelaksanaan Hari Raya Idul Adha dengan mendatangi setiap tempat penjualan hewan kurban.
"Pengecekan akan intensif dilakukan mulai H-7 Idul Adha, kalau dicek dari sekarang itu tidak akan efektif," katanya.
Ia menyampaikan, penyakit hewan kurban yang perlu diwaspadai yakni penyakit mulut dan kuku (PMK), dan juga saat ini ada wabah baru, yakni penyakit kulit atau virus Lumpy Skin Desease (LSD) yang menyerang sapi dan kerbau.
Selain menerjunkan tim kesehatan hewan, Sofyan juga mengimbau pedagang atau bandar untuk selalu menjaga kebersihan kandang agar tidak mudah datang bakteri maupun virus yang bisa menyerang hewan kurban.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.