Menurut dia, pencalonan birokrat menjadi wakil gubernur pun bukan hal yang baru, di mana berdasarkan pengalaman beberapa Pilgub Jawa Barat sebelumnya, elit birokrat juga sempat ada yang mencalonkan diri menjadi wakil gubernur.
Firman mencontohkan, seperti dalam Pilgub Jawa Barat Tahun 2013 hingga 2017 yaitu Lex Laksamana Zaenal maju mendampingi Dede Yusuf.
"Cawagub memang di proyeksikan punya kemampuan Pengelolaan pemerintahan dalam membackup Gubernur nah tentu birokrat ya apalagi dalam top level," katanya.
Beberapa nama elit birokrat yang banyak dipilih publik juga dinilainya memiliki rekam jejak yang baik dalam mengelola pemerintahan.
Baca juga: Pengamat: Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi berpeluang dipilih Golkar maju Pilgub 2024
Sehingga, Firman menilai beberapa mereka memiliki kemampuan yang tepat untuk mendampingi Ridwan Kamil di periode kedua.
Selain itu, berpasangan dengan birokrat juga memiliki kecenderungan politik yang kecil.
Hal ini berbeda dengan wakil gubernur yang juga dari golongan partai politik.
Menurut dia wakil dari latar belakang partai biasanya memiliki kecenderungan politik yang tinggi.