"Pada ajang ini ada komunitas fotografi Cimahi, komunitas foto I-phone dan Congkak, komunitas Levitasi Hore Bandung, dan komunitas BULB," kata Vey Indriani.
Komunitas foto I-phone dan Congkak, yaitu komunitas para pecinta foto yang menggunakan alat foto dari handphone dan i-phone.
Sedangkan bagi penyuka foto melayang, ada komunitas Levitasi Hore Bandung yang mewadahi para pecinta foto dengan teknik foto yang membuat seseorang seolah melayang tanpa menggunakan alat.
"Disana ada komunitas Levitasi Hore bagi para penyuka foto melayang," kata Vey.
Lain halnya dengan komunitas Levitasi Hore Bandung, komunitas BULB hadir dengan lukisan cahaya yang menggunakan percampuran 3 seni, yaitu fotografi, lighting dan graffity yang dihadirkan pada malam hari.
"Komunitas BULB datangnya pas malam aja. Soalnya foto BULB harus menggunakan ruangan yang gelap," kata Vey.
Dalam festival tersebut, komunitas foto berbagi mengenai ilmu fotografi dan pengalamannya kepada para pengunjung.
"Pengunjung bisa sharing dan bertanya kepada para komunitas foto disini," kata Vey.
Vey menjelaskan, komunitas foto tersebut dihadirkan guna menambah nilai positif dan kreatifas para photolovers di Bandung.
Selain itu, festival foto tersebut juga menghadirkan komunitas foto Cimahi yang meramaikan Festival Foto Papyrus 2013.
"Kita juga kerjasama dengan komunitas fotografi Cimahi untuk melangsungkan kegiatan ini," kata Vey.
Vey menjelaskan berbagai kegiatan foto, termasuk membuat frame dihadirkan dalam pameran yang terdiri dari 3600 foto tersebut.
Dengan berbagai kegiatan hiburan yang meramaikan pelataran Ciwalk, ia berharap festival foto tersebut bisa menjadi wadah untuk mengembangkan ide serta kreativitas anak-anak Bandung.
"Festival foto ini diharapkan dapat menjadi wadah fotografi untuk mengembangkan ide dan kreatifitas anak Bandung," katanya menambahkan.
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026