Antarajawabarat.com,18/6 - Para petani sayuran di lereng gunung Ciremai Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mengaku merugi akibat anomli cuaca hasil panen mereka anjlok.
"Musim kemarau yang mash sertai hujan membuat hasil panen petani sayuran di Kabupaten Kuningan anjlok, sehingga para petani merugi,"kata Ujang salah seorang petani di Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Selasa.
Dikatakannya, lahan sayuran sekitar satu hektare biasanya menghasilkan 40 ton wortel, kini akibat anomali cuaca hanya mendapatkan 18 ton, sehingga modal tanam tidak sebanding dengan hasil panen meski harganya cukup tinggi.
Memasuki bulan Juni seharusnya tidak turun hujan, kata dia, sehingga tanaman sayuran mampu panen dengan maksimal, kini sebagian sayuran membusuk.
Tanaman sayuran hanya membutuhkan sedikit air, kata Ujang, yang penting tidak mengalami kekeringan, jika berlebihan akan membusuk sehingga hasl panen turun.
Sementara itu Kurniadi petani lain mengaku, musim hujan disertai hujan tanaman sayuran membusuk seperti, wortel, sawi hijau, bunga kol, panennya rendah, tanaman tersebut berkembang kurang maksimal.
Para petani sayuran di lereng gunung Ciremai mengeluhkan, cuaca tidak menentu petumbuhan tanaman mereka terhambat, bahkan sebagian membusuk sehingga gagal panen.
Dikatakannya, biaya perawatan tanaman sayuran saat cuaca tidak menentu cukup tinggi, dari satu hektare bisa mencapai sekitar Rp40 juta, sedangkan penjualan paling Rp45 juta karena terbatas.***3***
Enjang S
