Antarajawabarat.com,30/4 - Akibat bahan bakar minyak jenis solar bersubsidi langka, ribuan nelayan di daerah pantai utara Kabupaten Cirebon dan Indramayu, Jawa Barat, memilih memperbaiki perahu mereka karena tidak bisa melaut.

Karsim, nelayan di Gebang Kabupaten Cirebon kepada wartawan di Cirebon, Selasa, mengatakan, ribuan nelayan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, sejak tiga pekan lalu kesulitan memperoleh bahan bakar minyak jenis solar bersubsidi, kini mereka memperbaiki perahu karena tidak melaut.

Bahan bakar minyak jenis solar bersubsidi langka, kata dia, sangat menyulitkan mereka karena tidak melaut, padahal tangkapan cumi-cumi dan ranjungan sedang melimpah.

Musim tangkap cumi-cumi dan rajungan dinantikan oleh ribuan nelayan di Cirebon dan Indramayu, karena sangat menguntungkan dibandingkan tangkapan ikan lainnya.

Nelayan berharap pasokan bahan bakar minyak jenis solar kembali normal, sehingga bisa memanfaatkan melaut untuk menangkap cumi-cumi dan rajungan.

Sementara itu, Kartono nelayan lain di Indramayu mengatakan sudah dua pekan berhenti melaut karena kesulitan memperoleh bahan bakar minyak jenis solar bersubsidi, terpaksa memperbaiki perahu padahal musim cumi-cumi sangat menguntungkan bagi nelayan.

Perbaiki perahu biasanya mereka kerjakan saat kondisi cuaca tidak menentu, memasuki bulan April tangkapan melimpah terutama untuk jenis udang kecil, cumi-cumi, rajungan.

Ketua Himpunan Nelayan Serikat Indonesia Ono Surono kepada wartawan di Indramayu, mengatakan, nelayan di Karangsong Kabupaten Indramayu kekuragan pasokan bahan bakar minyak jenis solar bersubsidi, sehingga akan mempengaruhi hasil tangkapan.

Kebutuhan solar untuk satu bulan paling hanya terpenuhi sekitar tiga pekan, sehingga nelayan satu pekan berhenti melaut, dampaknya produksi ikan akan anjlok.

Selama ini SPBN Karangsong dipasok sekitar 540 KL setiap bulannya, sedangkan kebutuhan untuk nelayan mencapai 800 KL per bulan, sehingga kekurangan untuk menutupinya nelayan berusaha mencari solar ditempat lain, tambahan pasokan hanya 40 KL.

Ia menambahkan, biasanya nelayan mencari solar bersubsidi dari SPBU tapi kini mereka esulitan karena berebut dengan kendaraan angkutan barang, selain itu persediaan terbatas.***3***

Enjang S


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026