Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan di Cianjur Senin, mengatakan sepanjang tahun 2023 dari Januari hingga pekan kedua Februari, tercatat 18 kasus pelecehan seksual menimpa anak di Cianjur dengan lima pelakunya adalah orang dekat dan dikenal.
"Dari belasan kasus selama dua bulan terakhir, dilakukan orang yang sangat dekat dengan korban yang rata-rata di bawah umur, mulai dari ayah kadung, ayah tiri dan kakek serta teman dan tetangga korban," katanya.
Menurut Doni, untuk orang tua yang sehari-hari sibuk bekerja dan kurang memberikan perhatian, harus mewaspadai dan mulai memberi perhatian lebih sehingga anak tidak menjadi korban pelecehan dan pencabulan oleh orang dikenal.
Terkait maraknya kasus pelecehan terhadap anak selama dua bulan terakhir, pihak kepolisian akan melakukan pendampingan bagi korban agar secara psikologis bisa sembuh dari trauma serta lebih menggencarkan sosialisasi terkait pelecehan seksual ke setiap wilayah di Cianjur.
"Kami juga akan berkoordinasi dengan dinas dan organisasi terkait pelindungan anak dan perempuan dalam memberikan sosialisasi agar angka pelecehan seksual terutama terhadap anak dapat ditekan," katanya.
Doni merinci, selama Januari hingga pertengahan Februari, tercatat 18 kasus pelecehan dilaporkan menimpa anak dan perempuan di sejumlah wilayah di Cianjur, dan pihaknya berhasil menangkap 18 orang pelaku yang merupakan orang yang dikenal dekat korban.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026