Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari terangkat 2,29 dolar AS atau 3,05 persen, menjadi menetap di 77,41 dolar per barel di New York Mercantile Exchange.
Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret bertambah 2,57 dolar Amerika Serikat (AS) atau 3,21 persen, menjadi ditutup pada 82,67 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
Kedua harga acuan tersebut mencapai level tertinggi sejak 30 Desember, dengan WTI naik untuk hari kelima berturut-turut untuk pertama kalinya sejak Oktober, dan Brent naik untuk hari ketiga berturut-turut untuk pertama kalinya sejak Desember.
Ekuitas global naik di tengah harapan bahwa angka inflasi dan laba perusahaan AS yang akan dirilis pada Kamis akan menunjukkan ekonomi yang tangguh dan menghasilkan laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat.
Jika inflasi datang di bawah ekspektasi, itu akan mendorong dolar lebih rendah, kata analis, yang dapat meningkatkan permintaan minyak karena membuat minyak mentah lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lain.
Federal Reserve kemungkinan akan menaikkan target suku bunga untuk terakhir kalinya pada pertemuan kebijakan moneter 31 Januari-1 Februari, menaikkannya sebesar 50 basis poin (bps) ke kisaran 4,75 persen-5,00 persen, kata HSBC dalam sebuah catatan penelitian.
Sebagian besar optimisme pasar disematkan pada importir minyak utama China yang membuka kembali ekonominya, setelah berakhirnya pembatasan ketat COVID-19.
"Pedagang energi harus terbiasa melihat harga minyak naik lebih tinggi. Permintaan minyak akan kembali dan ekspektasi tinggi bahwa permintaan China akan meroket," kata Edward Moya, analis pasar senior di perusahaan data dan analitik OANDA.
Penjualan kendaraan penumpang China secara keseluruhan diperkirakan naik 5,0 persen pada 2023, kata Presiden Volkswagen AG China Ralf Brandstaetter kepada media China.
Pewarta: Apep SuhendarEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.