ANTARAJAWABARAT.com, 30/1 - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi bekerja sama dengan PT Len Industri (Persero) akan segera melakukan uji publik perangkat "electric card reader" atau alat pembaca data e-KTP yang akan diproduksi massal dan didistribusikan ke seluruh Indonesia.

"BPPT dan Len Industri saat ini tengah melakukan kerja sama untuk alat pembaca e-KTP, dalam satu atau dua bulan ke depan alat itu akan segera di uji publik, sejauh ini prosesnya berlangsung cukup lancar," kata Kepala BPPT Dr Marzan A Iskandar pada acara Rakor Badan BPPT di Kota Bandung, Rabu.

Menurut Marzan, pihaknya saat ini tengah melakukan rancangan dan pembuatan komponen alat pembaca data kependudukan yang ada dalam e-KTP yang nantinya akan ditempatkan di instansi dan fasilitas yang memerlukan data e-KTP.

Ia menyebutkan, BPPT dan Len telah mampu membuat teknologi hasil pengembangan secara mandiri anak bangsa untuk e-KTP tersebut yang menggunakan teknologi dan komponen dalam negeri.

"Nantinya alat itu akan diuji publik, dievaluasi serta setelah sempurna akan diproduksi secara masal oleh Len Industri, kemudian didistribusikan ke seluruh Indonesia," kata Marzan.

Keberhasilan BPPT dan Len dalam pengembangan alat pembaca e-KTP itu cukup membanggakan, sehingga tidak perlu mengimpor alat pembaca data kependudukan itu dari luar negeri karena telah bisa diproduksi di dalam negeri.

"Tentunya secara teknologi produksi ini sangat siap untuk mendukung program e-KTP di Indonesia, dan yang jelas harganya lebih bersaing dan bisa dioperasikan dalam kondisi apapun yang dikombain dengan teknologi energi yang telah dimiliki oleh PT Len Industri," katanya.

Kepala BPPT menyebutkan, perangkat electronic card reader itu yang dikembangkan oleh BPPT dan Len tidak berbasis magnetik namun menggunakan semacam gelombang radio.

"Pengoperasiannya e-KTP ditempelkan di alat itu yang otomatis akan memunculkan data pemegang KTP tersebut, termasuk catatan lainnya," kata Marzan.

Sementara itu Kepala Bidang Pengembangan Fasilitas Teknologi PT Len Industri, Upari Rahardi menyatakan BUMN strategis itu siap memproduksi massal perangkat pembaca e-KTP tersebut.

"Secara infrastruktur dan sumber daya manusia Len Industri sangat siap untuk memproduksi perangkat itu, dalam waktu dekat akan melakukan uji publik, bila sudah sempurna akan langsung diproduksi massal," kata Upari yang hadir pada acara itu.

Ia menyebutkan, PT Len yang juga terlibat dalam produksi alat pemotretan dan pengolahan data e-KTP itu menyatakan pihaknya sudah siap memproduksi alat yang bekerjasama dengan BPPT.

"Sementara ini alat pembaca yang ada merupakan impor, namun ke depan kami siap pasok. Terkait kapasitas produksi alat itu, tidak ada masalah bisa ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan, karena kita punya infrastruktur dan SDM yang siap mengerjakannya memenuju jumlah kebutuhan," kata Upari.

Sementara itu pada Raker BPPT, juga dilaksanakan penandatanganan kerja sama BPPT dengan sejumlah instansi yakni dengan Pemprov Lampung untuk pengembangan Teknopark, dengan Basarnas untuk teknologi mendukung layanan SAR, PT Inspira dalam pengkajian dan penerapan teknologi revegetasi lahan pasca tambang serta dengan PT Len Industri untuk produksiu pesawat udara nir awak (PUNA).

Selain penandatanganan kerja sama itu, pada kesempatan itu jugha diserahkan ISO 9001 Tahun 2008 kepada Biro SDMO BPPT. Sertfitikat SNI ini diberikan sebagai perwujudan untuk mendukung tercapainya reformasi birokrasi di tingkat unit kerja.

"Permasalahan masyarakat Indonesia saat ini bukan sekedar memilih teknologi mana yang terbaik, tapi masih dalam kondisi dimana iptek hanya dijadikan solusi alkternatif dalam tiap permasalahan," kata kepala BPPT itu menambahkan.

***3***


Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026