Kabupaten Ciamis dan kegiatan semacam itu sudah dilakukannya sejak tahun 2008.
"Kegiatan berkantor dan bermalam di desa ini sudah lima tahun saya lakukan, semata-mata untuk efektivitas dan efisiensi kerja. Anggaran untuk penginapan di hotel kita alihkan untuk merenovasi rumah warga yang saya tempati," ujar Dede Yusuf, di Kota Bandung, Minggu.
Aktivitas berkantor di desa dan bermalam di rumah warga dilakukan oleh Wagub Jabar tersebut pada Sabtu (1/12) di kediaman Ibu Imoh (80), warga Desa Nyangkolot RT 05, RW 08, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis.
Ia menuturkan, rumah milik Ibu Imoh tersebut masih sangat tradisional, berupa panggung, beralaskan papan dan berdinding bilik bambu.
"Biasanya rumah yang saya tempati adalah rumah yang paling jelek, maksudnya supaya saya bisa terus merasakan apa yang masyarakat rasakan, sekaligus juga saya survei untuk diberikan program rutilahu (rumah tidak layak huni)."
Usai lapor 2x24 jam dan minta izin bermalam kepada kepala desa, Dede Yusuf menyempatkan menghadiri acara Gebyar Pramuka Pribadi Bangsaku tak jauh dari rumah yang diinapi tersebut.
Selain itu, kata Wagub, anggaran katering restoran pun dialihkan untuk kegiatan masak-memasak warga sekitar sehingga biaya yang dikeluarkan dapat dihemat dan dirasakan langsung masyarakat.
Pada kesempatan itu, Dede Yusuf memeriksa pelaksanaan program-program pemprov kepada kepala desa setempat, antar lain bantuan sosial (Bansos), bantuan operasional sekolah (Bansos), bantuan pengairan dan program lainnya.
Ia menambahkan, ketika hendak akan pamit pulang, salah seorang warga yang tengah melakukan aqiqah secara spontan mendaulat dirinya untuk memotong rambut bayi dan memberi nama. Bayi tersebut pun diberi nama Bela Sukma Nugraha Yusuf.
"Semoga anak ini menjadi anak yang salehah dan kebanggaan keluarga. Insya Allah kedua orang tuanya diberi kekuatan untuk membesar dan mendidik Bela Sukma Nugraha Yusuf," ujarnya.***3***
Ajat S
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.