"Terima kasih, kita naikkan, gampang InsyaAllah. Pak Iwa (Asisten Daerah IV Bidang Administrasi Pemprov Jabar), tolong anggaran KPID dibuat mencukupi dan memadai dihitung," kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Bandung, Rabu.
Heryawan juga menginstruksikan kepada Asisten Daerah IV Bidang Administrasi Pemprov Jabar Iwa Karniwa agar mengumpulkan para pengusaha di Jawa Barat agar bisa membantu KPID Jabar dan lembaga penyiaran yang ada.
"Pak Iwa, kumpulkan pengusaha nanti ya. Kita diskusi bareng-bareng, rasionalisasi teman-teman KPID dan lembaga penyiaran mengakalkulasikan keuntungannya," katanya.
Sementara itu, Ketua KPID Jawa Barat Neneng Atiyatul Faizia membenarkan bahwa anggaran untuk KPID akan ditambah oleh Pemprov Jawa Barat tahun depan.
"Anggaran itu sedang diupayakan dan akan kembali seperti semula. InsyaAllah anggaran akan dikembalikan bahkan ditambah lagi untuk menunjang kinerja kami. Saat ini jumlah anggaran lagi difinalkan jumlahnya, tapi yang pasti jumlahnya lebih dari kemarin. Kemarin itu hanya Rp5,6 miliar," kata Neneng.
Menurut dia, selama ini anggaran di KPID Jawa Barat paling besar digunakan untuk program KPID
"Yang pasti untuk program, agar komisioner lebih maksimal dalam bekerja dalam artian infrastruktur, perizinan karena proses tidak mudah, khususnya untuk pemantauan penyiaran," katanya.
Hari ini, para pelaku industri penyiaran radio dan televisi berkumpul di Kantor Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat, Jalan Malabar Kota Bandung, untuk menghadiri rapat sinergitas penguatan lembaga penyiaran di Provinsi Jabar.
Selain dihadiri oleh Ketua KPID Jawa Barat Neneng Athiyatul Faizia, komisioner KPI Pusat Dadang Rachmat, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan anggota Komisi A DPRD Jawa Barat Sugianto Nangolah.***3***
Ajat S
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.