Chicago (ANTARA) - Harga emas menetap sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), menjelang kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS dan berbalik menguat dari kerugian selama dua hari berturut-turut.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, terangkat 6,1 dolar AS atau 0,34 persen, menjadi ditutup pada 1.819,60 dolar AS per ounce.

Baca juga: Harga emas anjlok tertekan penguatan dolar

Emas berjangka merosot 18,3 dolar AS atau satu persen menjadi 1.813,50 dolar AS pada Selasa (14/6/2022), setelah anjlok 43,7 dolar AS atau 2,33 persen menjadi 1.831,80 dolar AS pada Senin (13/6/2022), dan melonjak 22,70 dolar AS atau 1,23 persen menjadi 1.875,50 dolar AS pada Jumat (10/6/2022).

Tak lama setelah lantai perdagangan emas ditutup, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengakhiri pertemuan dua hari dan memutuskan untuk menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin, kenaikan suku bunga terbesar dalam hampir tiga dekade.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 46,6 sen atau 2,22 persen, menjadi ditutup pada 21,42 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli bertambah 13,9 dolar AS atau 1,53 persen, menjadi ditutup pada 924,6 dolar AS per ounce.

 

Pewarta: Apep Suhendar
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026