ANTARAJAWABARAT.com,15/6 - Para peternak sapi perah di Jawa Barat perlu meningkatkan edukasi tentang manajemen pengelolaan dan perlakuan terhadap susu yang dihasilkan untuk bisa menekan kadar "Total Plant Count:TPC" atau kadar kandungan bakterinya.

"Kadar TPC susu yang dihasilkan di negara tropis memang cukup tinggi, namun sebenarnya bisa diatasi dengan lebih telaten melakukan pendinginan pada penampang dan melindungi dari sengatan matahari," kata peternak sapi asal Belanda, Kees de Jong dalam diskusi peternakan sapi yang digelar Rabobank Fondation di Bandung, Jumat.

Menurut de Jong, upaya menekan angka TPC itu jauh lebih sulit di kawasan beriklim panas, berbeda dengan di kawasan beriklim dingin seperti di Eropa lebih mudah untuk menekan kadar TPC meski tetap memerlukan upaya.

Selama empat hari melakukan kunjungan dan diskusi dengan lima koperasi peternak susu di Jawa Barat, menurut dia masalahnya sama. Sebagian besar dari peternak di Lembang, Pangalengan, Sumedang dan Garut cenderung kurang memperhatikan hal-hal yang sederhana dalam aktivitas produksinya.

Ia mencontohkan, dalam pendistribusian susu cenderung tidak terlalu memperhitungkan sengatan matahari yang bisa memanaskan tempat penyimpanan susu murni yang berakibat mempermudah penggandaan bakteri dalam susu.

"Hasil wawancara, tingkat TPC susu di sini sangat tinggi sekitar 2 juta, itu perlu dilakukan upaya untuk menekan TPC salah satunya dengan rajin melakukan pendinginan dengan air yang di sini (Indonesia) tidak usah membeli," kata Kees de Jong.

Menurut Jong, bila tidak dilakukan pendinginan yang menerus, maka pemanasan alat tampung itu akan terus meningkat dan mempermudah penggandaan bakteri dalam susu. Padahal upala pendinginan penampan atau tanki dengan air selama 15 menit, bisa mempertahankan kadar TPC menjadi sangat rendah.

"Alat penampungan yang digunakan perlu terus dibasuh air agar tetap. Saya sempat mengukur temperatur suhu tangki penampungan susu sampai 50 derajat Celcius. Itu tidak baik, perlu diupayakan pendinginan dengan mengguyur tangki dengan air, kuncinya ketelatenan," katanya.

Ia juga mengkritisi perlakuan dan distribusi susu yang memperlakukan seperti memindahkan air biasa, sehingga tidak menjamin untuk bisa menekan kadar TPC.

"Saya lihat mobil Ketua Koperasi disimpan di tempat teduh sedangkan tangki pengangkut susu di tempat panas, seharusnya tangki susu itu ditempat teduh," katanya mencontohkan temuannya di kawasan peternakan di Garut.

Ia menyebutkan, secara umum kawasan peternakan yang dikunjunginya di Jawa Barat yakni di Lembang, Pangalengan, Sumedang dan Garut sangat ideal dan iklimnya sangat cocok.

"Secara umum kawaan peternakan di sini sangat bagus, saya iri melihat kondisi yang sangat mendukung di sini, hijauannya luas, kawasannya bagus dan sangat potensial," katanya menambahkan.***3***

Syarif A


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026