"Sebanyak empat negara yang ikut serta ialah Filipina, Vietnam, Jepang dan Malaysia. Sedangkan peserta dari dalam negeri ialah Bali, Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Barat," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Drs Nunung Sobari MM, dalam siaran persnya, Senin.
Nunung menjelaskan penyelenggaraan acara tersebut, Disparbud Jabar bekerjasama dengan TP3TP (Tim Pelestarian Pesisir Pantai dan Teluk Pelabuhan Ratu), Dinas Pariwisata, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sukabumi, ISC (Internasional Surfing Competition dan Indonesian Surf Championship, selaku pemegang resmi lisensi izin penyelenggaraan event surfing dan PORLASI (Persatuan Olahraga Selancar Indonesia).
"Seperti penyelenggaraan Surfing tahun lalu, Peserta bukan hanya hanya dari dalam negeri saja, tapi juga dari luar negeri. Diperkirakan jumlahnya sekitar 100 peserta," kata Nunung.
Menurut dia, pagelaran surfing kali ini akan mempertandingkan kelas Man Open, Woman Open dan Long Board dan untuk pertama kalinya, akan dipertandingkan Wind Surfing Exhibition dimana event exhibisi ini berbarengan dengan event surfing yang akan diikuti sekitar 40 peserta, dibawah binaan PORLASI, yang akan dilaksanakan di Pantai Gado Bangkong Karangsari Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi.
"Harapan kita kawasan wisata pantai Pelabuhan Ratu akan lebih dikenal lebih luas lagi oleh masyarakat baik dalam dan luar negeri sehingga akan berdampak pada arus kunjungan wisatawan yang meningkat, peningkatan ekonomi dan pendapatan daerah," kata dia.
Ia menambahkan, rencananya acara West Java Surfing 2012 ini akan dibuka Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan Kamis 14 Juni 2012, di Pantai Cimaja Kabupaten Sukabumi.
Sedangkan babak final akan diselenggarakan tanggal 18 Juni 2012. Salah satu peserta yang akan bertanding di West Java Surfing 2012 ini, yaitu Dede Suryana, peserta asal Sukabumi Jawa Barat, yang sudah masuk dalam jajaran surfer dunia.***3**
Ajat S
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.