Peristiwa nahas yang menimpa toko milik Alam Santoso (70) di Jalan Suroso, Cianjur itu, pertama kali diketahui warga yang hendak pergi Pasar Induk yang terletak beberapa puluh meter dari lokasi. Mendapati hal tersebut, warga melaporkan hal tersebut ke Mapolres Cianjur, yang terpisah 300 meter dari lokasi.
'Dari jauh saya sudah melihat ada kepulan asap hitam ke luar dari dalam toko tersebut, tepat berada di depan toko, saya melihat api sudah berkobar dilantai dua toko tersebut," kata Idrus (30) saksi mata warga Kelurahan Sayang, yang hendak ke pasar.
Dia menuturkan, selang beberapa saat terdengar suara ledakan keras, saling bersusulan dari dalam toko yang menjual kembang api dan petasan berbagai ukuran itu. Suara ledakan tersebut, sempat terdengar hingga radius satu kilometer, selama satu jam.
Sementara itu, petugas yang mendapat laporan, langsung menghubungi Pemadam Kebakaran Kota Cianjur, yang langsung menerjunkan tiga unit Damkarnya. Hingga dua jam lamanya, petugas sempat kesulitan memadamkan api karena pintu besi toko tersebut, sulit dibongkar.
Selang tiga jam, dibantu satu unit Damkar Kota Sukabumi, api akhirnya berhasil dipadamkan, setelah petugas Damkar dibantu aparat kepolisian dan TNI, berhasil mendobrak pintu besi toko tersebut.
Kapolres Cianjur, AKBP Agus Tri Heriyanto, mengatakan, hingga saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan penyebab terjadinya kebakaran. Namun pihaknya menduga api berasal dari arus pendek listrik.
"Kami belum bisa menyimpulkan secara pasti penyebab kebakaran ini. Namun dugaan sementara akibat arus pendek listrik. Guna penyelidikan, lokasi telah dipasangi garis polisi," katanya.
Sementara itu, hingga saat ini, pemilik toko dan istrinya, belum dapat dimintai keterangan karena syok. Pasalnya, saat peristiwa terjadi, keduanya baru beberapa puluh menit keluar dari dalam toko, untuk berjalan-jalan pagi.***3***
Fikri
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.