"Jadi tadi itu, alhamdulillah dari SPBU yang kita kunjungi, ketersediaan BBM-nya untuk masyarakat masih mencukupi. Namun mungkin nanti stock nyatanya saat kita temui Depo Pertamina di Padalarang," kata Dede Yusuf saat melakukan sidak di SPBU 3440521 Padasuka Kota Cimahi.
Saat melakukan sidak tersebut Dede Yusuf menyempatkan diri untuk melakukan dialog dengan petugas SPBU 3440521 Padasuka Kota Cimahi, untuk menanyakan tentang ketersediaan BBM jenis premium atau solar serta sistem pelayanan yang sudah tidak melayani pembelian melalui jerigen.
Selain itu, ketika sidak pihaknya sempat kaget karena mendapat laporan ada SPBU yang belum mendapat jatah pengiriman bahan bakar minyak (BBM) premium maupun solar.
Menyikapi temuan tersebut, Dede Yusuf berjanji akan menegur PT Pertamina yang bertanggung jawab terhadap ketersediaan BBM di wilayah Provnsi Jawa Barat.
"Artinya mereka terancam tutup sementara. Saya akan tegur Pertamina agar segera mengirim BBM yang dibutuhkan," kata Dede Yusuf.
Sementara itu, untuk mengantisipasi demonstrasi dengan aksi penyanderaan mobil pengangkut bahan bakar minyak , Terminal BBM Bandung Grup Padalarang melakukan pengiriman pada malam hari.
Pengawas Pendistibusian Terminal BBM Bandung Grup Padalarang Yustan Marpaung menuturkan walaupun belum ada kasus penyanderaan mobil pengangkut, tetapi pengiriman malam tetap dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan BBM, terutama jenis premium.
"Biasanya memang kita mengirim malam sejak dua hari ini. Kemarin memang ada demo sehingga kita jalankan distribusi pada malamnya. Jika terhambat, kasihan SPBU akan kekurangan stock. Kita terus distribusikan hingga jam 09.00 WIB pagi sehingga SPBU tidak ada yang kosong," kata Yustan Marpaung.
Ia menuturkan, pihaknya telah membuat perencanaan untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga BBM dan akan ada prioritas bagi SPBU yang melaporkan persediaan mereka kosong atau yang meminta pengiriman BBM.
"Nantinya kami akan buat plan, lihat jarak jauh. Untuk stock yang kosong dan ada permintaan pasti kita prioritaskan. Biasanya melalui sistem elektronik kita dengan SPBU. Saat ini sudah ada tambahan permintaan dari SPBU," kata dia.***3***
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.