ANTARAJAWABARAT.com, 29/3 - Tim bulutangkis Jawa Barat optimis meraih dua medali emas pada nomor tunggal dan beregu putri pada PON XVIII/2012 yang akan digelar di Provinsi Riau, September 2012.

"Kekuatan di kelompok putri pada PON XVIII/2012 ini membaik, target Jabar juga kemungkinan bisa meraih tunggal dan beregu putri," kata Sekretaris Umum Pengda PBSI Jawa Barat Herman Subarjah di Bandung, Kamis.

Optimisme Jabar pada andalannya di kategori putri, adalah kembalinya atlet putri Feby Angguni dan Lindaweni memperkuat tim Jawa Barat pada PON XVIII/2012.

Selain itu Jabar juga memiliki beberapa pemain muda lainnya yang bisa melakukan kejutan mengalahkan para pemain yang lebih senior.

"Sebagian besar atlet Jabar bergabung di Pelatnas dan itu menguntungkan. Maret ini mereka mengikuti kejuaraan di Vietnam," kata Herman.

Pembatasan usia atlet bulutangkis PON XVIII/2012, menurut Herman cukup membuka peluang bagi atlet-atlet muda untuk bersaing di ajang PON XVIII/2012.

Pemain senior saat ini dipastikan tidak akan turun di ajang PON, termasuk Taufik Hidayat juga dipastikan tidak bisa turun memperkuat Jabar karena usianya sudah di atas batas yang ditetapkan oleh PB PON XVIII/2012.

"Persaingan akan berlangsung ketat, namun diprediksi akan terjadi antar sesama atlet Pelatnas yang turun memperkuat daerah masing-masing," kata Herman.

Sementara itu prestasi Jawa Barat di ajang PON XVIII/2012 selalu diperhitungkan. Meski demikian, pada PON XVII/2008, tim bulutangkis Jabar meraih hasil paling seret yakni hanya meraih sekeping medali emas dari nomor ganda campuran.

Tim Jabar akan ditangani oleh pelatih Rexy Mainaki dan Johanes, yang juga mengasuh atlet-atlet Jabar di Pelatnas.

Torehan prestasi bulutangkis Jabar berlangsung saat nama-nama seperti Susi Susanti, Plandi Limpele, Richard Mainaki, Ricky Subagja, Rexy Mainaki, Lili Tampi dan Finarsih masih berjaya. Bahkan pada PON 1996 di Jakarta, Jabar meraih lima medali emas sekaligus menjadi juara umum.

Keemasan tim Jabar dilanjutkan era Taufik Hidayat dan pasangan Chandra Widjaya/ Tonny Gunawan.

Karena prestasi dan pembinaan yang konsisten, maka Jabar bersama DKI Jakarta, Jateng dan Jatim selalu lolos secara otomatis ke PON tanpa harus mengikuti babak kualifikasi.***3***


Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026