Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Cianjur, Yanto Hartono, Selasa, mengatakan, empat kecamatan yang ada di Cianjur, pernah terjadi penyebaran virus AI sepanjang tahun 2006-2010 yakni Kecamatan Cilaku, Cibeber, Karangtengah dan Campaka.
Meskipun tidak ada wilayah endemik penyebaran virus AI di Cianjur, namun ada beberapa wilayah di Kabupaten Cianjur yang sifatnya outbreak.
"Tidak ada memang wilayah endemik virus AI. Tapi sifatnya hanya outbreak atau bisa terjadi dimana saja. Kejadian outbreak ini sifatnya sporadik," katanya.
Untuk antisipasi kemungkinan penyebaran virus AI, pihaknya telah mengirimkan surat instruksi ke semua peternakan unggas, khususnya peternakan ayam untuk selalu menjaga kebersihan kandang.
"Terlebih saat ini sedang terjadi musim penghujan. Kami instruksikan agar ternak unggas milik peternakan atau warga agar dikandangkan atau tidak diliarkan, karena khawatir jika terjangkit virus flu burung akan menyebar dengan cepat," katanya.
Sedangkan untuk beberapa kecamatan yang sifatnya "outbreak," jelas dia, telah dilakukan upaya pencegahan dengan cara diifektan (penyemprotan) kandang-kandang ayam, yang menjadi fokus perhatian pihaknya.
"Sepanjang tahun 2011 hingga Februari 2012 tidak ada kejadian akibat virus AI. Kita terus intensifkan upaya pencegahan, dengan caara melakukan disinfektan, mengurangi bau kandang dengan IM 4," ucapnya.
Dia menandaskan, jika suatu saat nanti ditemukan kematian massal unggas, pihaknya akan melakukan rapid test atau tes cepat, dengan melibatkan berbagai pihak.
Dimana "rapid test" tersebut, tidak hanya sekali dilakukan untuk memastikan positif atau tidaknya ada dugaan berjangkitnya virus flu burung.***3***
Fikri
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.