"Pengunjung hutan Kareumbi bisa bermalam di tengah hutan Kareumbi, ada lima rumah pohon di sini," kata Koordinator Pengelolaan Hutan Konservasi Masigit - Kareumbi Darmanto di Bandung, Selasa.
Lima rumah pohon ini memiliki ketinggian tiga meter dari tanah dan dilengkapi dengan rumah berlantai dua, dan di atasnya dengan ukuran empat kali empat meter.
Menurut Darmanto, rumah pohon itu memberikan sensasi bermukim di hutan karena di lokasi tersebut masih cukup lebat. Pihak pengelola menjamin keamanan pengunjung terjamin dengan menempatkan petugas di lokasi itu.
Selain itu, lokasi rumah pohon itu juga dilengkapi dengan "gazeboo" di pelataran rumah pohon yang bisa digunakan untuk melakukan kegiatan siang atau malam hari.
"Pengunjungnya terus meningkat, terutama setiap akhir pekan," katanya.
Lokasi rumah pohon yang berada di perbatasan tiga kabupaten yakni Kabupaten Bandung, Sumedang dan Garut itu juga dilengkapi dengan jembatan kayu yang bisa ditutup. Lantai jembatan itu bisa diangkat sehingga pada saatnya menutup jalan ke lokasi rumah pohon itu.
"Jembatan itu bisa ditutup, penariknya menggunakan rantai," katanya.
Kawasan Hutan Masigit Kareumbi memiliki luas 12.700 hektar dan memiliki sejumlah jenis satwa seperti monyet surili, macan kumbang dan tutup, rusa serta berbagai jenis burung.
Hutan itu melakukan penghijauan kawasan yang masih gundul dengan melakukan program wali pohon yakni sumbangan bibit pohon yang dititipkan kepada pengelola kawasan hutan itu yakni BKSDA dan Wanadri.
Editor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.