ANTARAJAWABARAT.com,8/2 - Publik menilai kinerja Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf secara umum membaik jika dibandingkan pada Agustus dan September 2011, namun publik memberikan raport merah untuk kinerja pasangan Hade (Ahmad Heryawan-Dede Yusuf) di bidang ekonomi.

"Secara umum kinerja dari Gubenur dan Wakil Gubernur Jabar membaik jika dibandingkan pada bulan Agustus dan September 2011, namun di bidang ekonomi masih mendapatkan rapor merah," kata kata Ketua Lingkar Studi Informasi Demokrasi (LSID) Dedi Barnadi di Bandung, Kamis.

Menurut Dedi, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemprov Jawa Barat yang dipimpin oleh Ahmad Heryawan-Dede Yusuf di bidang ekonomi hanya 47,8 persen.

"Sementara bidang politik mencapai 51,2 persen, bidang sosial 53,4 persen, bidang penengakan hukum 52 persen dan bidang keamanan serta ketertiban 51,9 persen," katanya.

Dikatakannya, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada bulan Januari 2012 ialah sebesar 51,1 persen atau mengalami kenaikan sebanyak 7,3 persen jika dibanding Agustus dan September 2011.

Sementara tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf, kata Dedi, pada bulan Januari 2012 mencapai 49,5 persen atau terjadi kenaikan hanya sebesar 1,8 persen dibandingkan September 2011.

"Dengan demikian, untuk pertama kalinya dalam tiga tahun ini, tingkat kepuasan kepada Gubernur Jabar Ahmad Heryawan lebih baik dibanding dengan Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf," kata Dedi.

Ia menambahkan, adanya kebijakan populis seperti Program Desa Peradaban dan pemberian sepeda motor untuk seluruh kepala desa di Jawa Barat diprediksi menjadi salah satu faktor penyebab meningkatkan tingkat kepuasaan publik terhadap kinerja Gubernur Jawa Barat pada bulan Januari 2012 ini.

"Selain itu cara-cara konvesional seperti pemberitaan di media massa dan pemasangan spanduk dan baligho-baligho di berbagai sudut dianggap mampu meningkatkan popularitas," ujar Dedi.

Dedi menjelaskan, hasil tersebut merupakan survei yang dilakukan oleh Ketua Lingkar Studi Informasi Demokrasi (LSID) pada tanggal 18 hingga 23 Januari 2012.

Adapun populasi survei, kata dia, adalah semua warga Propinsi Jawa Barat yang sudah memiliki hak pilih dalam pemilihan umum, yaitu warga yang telah berusia 17 tahun atau lebih, atau telah menikah ketika survei dilakukan.

"Dan untuk metode sampling menggunakan multistagerandom sampling. Dengan jumlah responden 410 orang, berdasarkan jumlah sample ini diperkirakan marginof error kurang lebih 5,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen," katanya.***3***

Ajat S


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026