"Sudah dua hari ini pengunjung banyak di sekitar sini. Hari-hari biasa sih tidak bisa leluasa menarik wisatawan di sini," kata Adang, kusir delman yang ditemui di kawasan Gedung Sate.
Sedikitnya ada 17 delman yang mangkal dan menarik penumpang di kawasan kantor Gubernur Jawa Barat itu. Para kusir delman mengenakan tarif seharga Rp5.000 untuk satu putaran.
Setiap delman bisa mengangkut enam penumpang, namun sebagian besar mengenakan tarif borongan Rp30.000. Sebagian besar penumpangnya adalah anak-anak yang berwisata di kawasan itu.
"Menarik wisatawan di sini hanya liburan kali ini saja, hari-hari biasanya tidak bisa beroperasi di Bandung. Tentunya kami melengkapi dengan celana kudanyan agar kotoran tidak berceceran," katanya.
Delman-delman yang mangkal di Gedung Sate itu berasal dari Banjaran, Majalaya, dan Ciparay. Mereka datang untuk mengadu untung. Pendapatan mereka meningkat berkali lipat dibandingkan hari.
"Lumayan kemarin dapat Rp170 ribu, besok mungkin kami libur dulu, kasihan kudanya harus istirahat. Atau diganti dengan kuda lain," kata Adung.
Selain delman, puluhan kuda tunggang juga meraup untung pada liburan Imlek. Rute kuda tunggang berputar di sekitar Taman Lansia yang berlokasi di belakang Gedung Sate Kota Bandung.
Selain itu kuda tunggang juga banyak ditemui di kawasan Kebun Binatang Bandung di Jalan Tamansari Kota Bandung, yang juga banyak dikunjungi wisatawan.
Editor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.