"Bulog sudah menggelar OP di sejumlah daerah sejak Oktober 2011 lalu dan cukup efektif menjaga stabilitas harga beras, minimal tidak melejit. Pada Januari dan Februari 2011 akan dioptimalkan lagi," kata Humas Bulog Jawa Barat Sobar Husein di Bandung, Selasa.
Operasi pasar yang digelar dalam tiga bulan terakhir sebagian besar digelar di Kota Bandung yakni di Pasar Kosambi, Ciroyom dan Pasar Kiaracondong. OP dilakukan selain menempatkan truk beras, juga bersinergi dengan pedagang beras eceran di pasar tradisional.
Menurut Obar harga beras OP Bulog saat ini Rp6.600 per kilogramnya atau naik dibandingkan harga beras OP pada Oktober 2011 seharga Rp6.450 per kilogramnya. Kenaikan harga OP Bulog tidak lepas dari adanya kenaikan pembelian beras oleh Bulog dalam mengejar harga beras yang terlalu jomplang dengan harga beras di pasaran.
Sementara itu penyerapan beras OP di Kota Bandung, cukup tinggi, yakni sekitar 360 ton pada Oktober dan 180 ton pada November 2011. Operasi Pasar beras juga dilakukan pada Desember 2011 dengan stok beras medium.
"Penyerapannya meningkat dibandingkan OP pada 2010. Contohnya di pasar Sederhana penyerapannya 30 persen, Ciroyom 30 persen dan di Pasar Kiaracondong lebih rendah yakni 20 persen," kata Sobar.
Lebih lanjut Sobar menyebutkan, penyaluran OP saat ini baru dilakukan dengan pedagang beras eceran. Pedagang beras grosiran juga berminat untuk ikut menyalurkan beras OP, namun sejauh ini belum bisa dilakukan.
"Targetnya kan menekan harga beras dan jalur distribusinya tidak boleh lebih panjang dari yang ada saat ini. Sejauh ini penyaluran beras OP dilakukan dengan pedagang beras eceran disamping menjual langsung di Posko Bulog," kata Sobar.
Penyaluran OP dalam dua tahun terakhir ini dilakukan melalui mekanisme baru yakni Bulog datang langsung ke kawasan yang harga berasnya bergejolak atau naik signifikan tanpa permintaan dari kabupaten/kota, namun demikian tetap berkoordinasi.
Begitu ada gejolah harga beras di pasaran yang cukup signifikan, Bulog langsung menggelar OP maupun bekerja sama dengan pedagang eceran beras, sehingga kenaikan harga beras bisa segera diatasi," katanya.
Selain itu, Bulog juga menyalurkan Beras untuk Keluarga Miskin (Raskin) ke-13 pada Desember 2011 dimana pendistribusiannya atau penyerapannya mencapai 80 persen.
"Raskin ke-13 sudah kami distribusikan, kehadirannya cukup meredam harga beras di pasaran. Diharapkan Raskin Januari 2012 bisa segera didistribusikan," kata juru bicara Bulog Jabar itu menambahkan.
Syarif A
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.