ANTARAJAWABARAT.com, 7/12 - Sebanyak 300 mahasiswa mengikuti kegiatan Pekan Olahraga Mahasiswa Jenderal Ahmad Yani (Pormasi) yang diinisiasi Yayasan Kartika Eka Paksi.

Yayasan itu menaungi empat perguruan tinggi di Indonesia diantaranya Unjani Cimahi, Stikes Ahmad Yani Cimahi dan Stikes Ahmad Yani Yogyakarta yang terinspirasi atas raihan prestasi gemilang yang diperoleh atlet Sea Games XXVI Jakarta-Palembang beberapa waktu, kata Ketua Yayasan Kartika Eka Paksi Brigjen TNI (Purn) Djoko Darjatno saat membuka secara Pormasi di Kampus Unjani, Cimahi, Rabu.
"Perhelatan SEA Games beberapa waktu di mana hampir semua cabang olah raga meraih prestasi juara umum sudah lama kita idamkan. Prestasi itu bisa terwujud karena usaha dan kerja keras," ujarnya.

Menurutnya, Pekan Olahraga Mahasiswa Unjani (Pormasi) tidak menutup kemungkinan untuk bisa mencetak para atlet yang sejajar dengan mereka yang telah mendapatkan medali emas pada SEA Games lalu. Karena mereka yang kini dianggap sebagai atlit profesional itu awalnya tidak jauh beda dengan manusia lainnya. Hanya, mereka giat latihan sehingga membentuk keahlian dalam menjalani setiap pertandingan atau perlombaan olah raga yang diikuti.

"Tidak pernah ada kata terlambat untuk berlatih, apabila ada diantara mahasiswa yang ingin menjadi atlit. Manfaatkanlah kegiatan Pormasi ini untuk mendapatkan hasil maksimal. Buktikanlah kalian pasti bisa," ujarnya.

Sementara itu, Rektor Unjani Mayjen TNI (Purn) Heriyono menambahkan, meskipun Pormasi baru pertama kali diselenggarakan, namun berpeluang besar akan menjadi agenda rutin untuk dilaksanakan setiap dua tahun bagi seluruh perguruan tinggi di bawah Yayasan Kartika Eka Paksi.

"Tahun ini kita memang mempertandingkan empat cabang saja seperti bola voli, pingpong, badminton, karya tulis ilmiah dan paduan suara mahasiswa. Tidak menutup kemungkinan di tahun yang akan datang kita akan tambah cabang lainnya seperti futsal atau olah raga lainnya yang disukai mahasiswa," ujarnya.

Lebih lanjut disampaikannya, kegiatan Pormasi dimaksudkan untuk mengubur aktivitas negatif mahasiswa seperti tawuran yang akhir-akhir ini marak dilakukan mahasiswa di perguruan tinggi di luar pulau Jawa.

"Saya sedih melihat aksi tawuran yang dilakukan oleh mahasiswa dengan teman sekampusnya. Pada umumnya memperebutkan hal-hal yang tidak penting," ujarnya.

hedi


Editor : Sapto HP

COPYRIGHT © ANTARA 2026