"Pemrov masih komitmen dan mudah-mudahan dana tersebut segera cair, kalau dana tersebut cair maka di akhir tahun 2011 ini pembangunan SUS Gedebage tersebut akan mencapai 60 persen lebih," kata Kuasa Pengguna Anggaran Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Bandung, Yayat Hidayat di Bandung, Kamis.
Ia mengatakan, kalau jadi Pemkot dan Pemprov akan sama-sama mengeluarkan dana dengan besaran yang sama pada tahun ini maka pembangunan tersebut akan mencapai 60 persen lebih, namun memang secara aturan dalam Pergub (Peraturan Gubernur) bahwa pencairan dana tidak bisa secara langsung.
"Pemprov tidak bisa mencairkan dananya secara langsung, kalau melanggar aturan itu maka akan ada masalah nantinya, jadi akan secara bertahap pengeluaran dana untuk pembangunan tersebut, kalau permohonan sekitar Rp225 miliar dan yang baru cair Rp50 miliar dari Pemprov tersebut," katanya.
Kemudian, ia mengatakan untuk masalah pendanaan di 2012 akan dioptimalkan dari Provinsi dan tentu Pemkot membantu untuk pendanaan lainnya yang mendukung SUS tersebut.
"Di akhir 2012 nanti target selesai SUS tersebut 80 persen tidak 100 persen tetapi di 80 persen tersebut lapangan sudah bisa digunakan hanya saja masih terlihat belum sempurna," kata dia.
Ia mengatakan, untuk pembuatan hingga 80 persen tersebut diperlukan dana sekitar Rp500 miliar dan untuk secara total 100 persen kemungkinan diperlukan dana sekitar Rp600 miliar hingga Rp700 miliar tetapi 100 persen tersebut bisa dicapai kemungkinan di 2013.
Stadion berkapasitas 38.000 kursi penonton tersebut kini baru selesai di angka 28 sekian persen dengan target akhir tahun bila pendanaan belum turun akan mencapai 40 persen lebih sedangkan kalau dana turun maka akan bisa mencapai 60 persen lebih.
"Jadi, kita tunggu saja mudah-mudahan bantuan dari Pemprov bisa segera cair, namun Pemprov memang akan mencairkan lagi dana untuk pembuatan SUS ini tetapi tidak tahu kapan pastinya," ujar Yayat.***5***
(T.PSO-278/C/Y008/C/Y008)
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.