"Saat ini ada lima gunung api yang mendapat pemantauan intensif yakni Gunung Soputan, Papandayan, Karangetang, Lokon dan Gunung Ibu," kata Kepala Bidang Pengamatan Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Hendrasto di Bandung, Selasa.
PVMBG telah mengirimkan tiga tim tanggap darurat membantu pengamatan di Posko Pengamatan Gunung Api Gunung Karangetang, Soputan dan Papandayan. Sebelumnya tim sudah siaga di Gunung Lokon dan Gunung Ibu yang lebih dahulu berlevel III.
Sementara itu 13 gunung api lainnya berstatus waspada atau level II yakni Gunung Marapi, Bromo, Dieng, Gamkonora, Merapi, Sinabung, Talang, Kerinci, Semeru, Sangeangapi, Gamalama dan Gunung Dukuno.
"Pengiriman tim PVMBG dilakukan ke gunung yang mengalami peningkatan ke level III. Terakhir dikirimkan ke Papandayan dan Gunung Soputan, mereka didukung peralatan khusus," kata Hendrasto.
Sementara itu perkembangan terakhir peningkatan aktivitas Gunung Papandayan, menurut Hendrasto saat ini masih dalam status siaga. Namun ia berharap ke dalam beberapa hari ke depan aktivitas gunung api di kawasan Garut Selatan itu menurun.
"Tim PVMBG sudah diturunkan ke Posko PVMBG di Desa Pakuwon Cisurupan. Pengamatan dilakukan memaksimalkan enam stasiun seismeter yang dipasang di sana," kata Hendrasto.
Sedangkan pengamatan visual dilakukan dari Posko PGA Papandayan. Sejauh ini tidak ada erupsi fratik dari Papandayan.
Meski demikian, PVMBG tetap merekomendasikan agar warga dan wisatawan tidak masuk ke radius dua kilometer dari kawah gunung api itu. PVMBG merekomendasikan pemasangan portal di jalan yang mengakses ke kawasan wisata Papandayan.
"Pengunjung dilarang masuk kawasan terminal terakhir di Gunung Papandayan yang berjarak 1,2 kilometer dari kawah," kata Hendrasto.
Sementara itu terkait potensi longsor di kawah Papandayan yang bisa menimbulkan lahar, menurut Hendrasto sampai sejauh ini belum terjadi longsoran di kawah Papandayan.
"Sejauh tidak ada hujan di kawasan puncak atau kawah, potensi longsor kecil, namun tetap harus diantisipasi," kata Hendrasto menambahkan.***4***
(U.S033/B/Y008/C/Y008) 16-08-2011 15:35:57
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.