"Disiapkannya dana itu karena Kabupaten Garut sebagai salah satu daerah percontohan oleh Kementerian Dalam Negeri untuk program e-KTP dan kita sudah memperhitungkannya," kata Bupati Garut Aceng HM Fikri kepada wartawan, Kamis.
Dana yang belum disetujui DPRD Kabupaten Garut tersebut, dijelaskan Aceng rencananya digunakan untuk biaya operasional, pendataan warga sekaligus pelatihan dalam mengoperasionalkan pembuatan e-KTP.
Selain itu, kata Aceng, untuk pendamping pendanaan dalam penyediaan perangkat kerja operasional e-KTP seperti komputer, perekam sidik jari dan perekam retina mata yang akan diberikan langsung oleh pemerintah pusat.
Selanjutnya perangkat lengkap dalam pembuatan e-KTP tersebut, kata Aceng, akan dibagikan kepada masing-masing kecamatan di Kabupaten Garut.
"Tapi perangkat yang akan diberikan pemerintah pusat belum kita terima, dana sebesar Rp3,9 miliar juga belum ada persetujuan dari DPRD, tapi saya berharap program ini dapat dijalankan 2011," katanya.
Dalam rencana menjalankan program e-KTP, Pemerintah Kabupaten Garut telah melangsungkan pelatihan untuk 170 orang pegawai kecamatan dari 42 kecamatan ditambah dua orang peserta dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Garut Darsani, menjelaskan tujuan dilaksanakan bimbingan tersebut untuk meningkatkan kemampuan tenaga operator dalam mengoperasikan perangkat menerbitkan e-KTP.
Diharapkannya para peserta pelatihan pembuatan e-KTP dapat melaksanakan tugasnya memverifikasi data penduduk, merekam wajah yang ingin dibuatkan e-KTP, tanda tangan dan perekam sidik jari secara digital.
Ia menerangkan program e-KTP tersebut sebagai amanah UU No 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan yaitu kewajiban Pemerintah memberikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) kepada setiap Warga Negara Indonesia.
Diterapkannya KTP berbasis elektronik dijelaskan Darsani merupakan upaya pemerntah dalam penataan dan penertiban dokumen dan data kependudukan melalui pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. ***4***
Feri P
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.