"Idealnya sesegera mungkin PSSI memutuskan format kompetisi itu sehingga kami bisa melakukan penyesuaian jadwal persiapan tim," kata Manajer Persib Bandung H Umuh Muhtar di Bandung, Senin.
Menurut Umuh antisipasi itu dilakukan untuk menjaga agar Persib tidak kaget begitu ada keputusan dari PSSI terkait format kompetisi.
Ia mengakui sudah mengantisipasi beberapa sekenario format dan jadwal kompetisi, namun belum bisa dilakukan untuk melakukan pembentukan dan persiapan tim karena kuatir ada perubahan.
"Memang sudah ada beberapa kemungkinan, tapi belum bisa dipakai untuk memutuskan pembentukan tim dan memulai persiapan tim. Namun diharapkan dengan adanya keputusan nanti Persib tidak kaget," kata Umuh.
Persib sebenarnya sudah melakukan pembicaraan awal dengan pemain, khususnya yang akan dipakai untuk kompetisi musim depan. Namun pihak Persib Bandung Bermartabat belum mengajukan pengajuan kontrak baru.
Hampir seluruh pemain Persib kontraknya akan selesai pada September 2011. Sebelumnya kontrak tersebut mengantisipasi digelarnya Piala Liga (Copa) yang tahun ini tidak digulirkan.
"Untuk sementara pada Bulan Puasa ini tidak ada kegiatan, pemain diliburkan. Namun proses pembentukan tim terus berlanjut. Saya sudah bicara dengan beberapa komisaris PT PBB," kata Umuh Muhtar.
Sebelumnya Umuh telah menyebutkan sekitar 60-70 persen pemainnya akan dipertahankan, namun hal itu tergantung pula kepada kebutuhan pelatih yang akan menangani tim.
Untuk rekrutmen pemain, Persib telah menyediakan anggaran sekitar Rp10 miliar. Tim Maung Bandung yang menargetkan juara musim depan itu disebut-sebut siap mendatangkan pemain top dan siap melakukan penyegaran.
Sedangkan untuk posisi pelatih, Persib disebut-sebut akan merekrut Assisten Pelatih Timnas PSSI Rahmad Darmawan yang terakhir menangani Persija Jakarta. Namun demikian kabar beredar Persib juga bersiap merekrut pelatih asing bila Rahmad Darmawan harus konsentrasi di Timnas PSSI.
-syarif-
Editor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.