Penimbunan terhadap sembako menjelang puasa dan Lebaran berpeluang besar terjadi. Makanya, pada Rabu (27/7) Bupati berencana melakukan pemantauan ke Pasar Banjaran untuk memastikan ketersediaan barang.
"Karena Pasar Banjaran dinilai merupakan pasar yang paling ramai di Kabupaten Bandung dibandingkan pasar lainnya," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan, Dadang Hermawan kepada wartawan, Selasa.
Menurutnya, apabila terjadi kelangkaan sejumlah kebutuhan, maka bupati akan langsung memerintahkan kepada SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait untuk menindaklanjutinya dengan mengecek langsung pada sejumlah distributor.
Untuk saat ini, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan melihat, masih belum diperlukannya operasi pasar.
"Karena dinas tersebut menyimpulkan kenaikan harga yang terjadi saat ini masih dalam kategori wajar. Apabila kenaikan harga sudah diatas 25 persen, maka operasi pasar pasti dilakukan," ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskannya, Pemkab Bandung saat ini tengah mengajukan kepada Pemprov Jawa Barat untuk menggelar operasi pasar. Setidaknya, dengan melakukan operasi pasar, Pemkab Bandung akan menjual sejumlah sembako dibawah harga pasaran seperti untuk gula pasar hanya Rp9.500 per kilogramnya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Bandung Deden Rumaji akan memberikan sanksi bagi pedagang pasar nakal yang menaikan harga secara sepihak berupa pencabutan Izin Penggunaan Kios (IPK).
Untuk mengantisipasi lonjakan harga tak wajar itu, Wabup sudah menginstruksikan pejabat Pemkab Bandung hingga Kepala desa untuk mengawasi dan mengontrol harga. Instruksi tersebut karena isu harga BBM bakal naik sudah menyebar hingga pedagang di Kabupaten Bandung.
"Kenaikan harga di pasar tradisional sudah mencapai 10 persen. Sehingga daya beli masyarakat juga ikut turun hingga 30 persen," ujar nya.
Ia menjelaskan, kenaikan itu baru hitungan hari, puncaknya pada h-5 sebelum puasa diprediksi bakal naik hingga 30 persen.
Kondisi kenaikan ini tercipta karena situasi menjelang puasa. Namun, Deden khawatir jika lonjakan harga itu selain karena kondisi menjelang puasa tetapi imbas dari isu BBM naik sehingga para pedagang akan berspekulasi untuk menaikan harga sebelum harga BBM naik.
Untuk itu, jika pedagang berani menaikan harga dengan kenaikan tak wajar bisa dicabut IPK-nya, katanya.***5***
(U.pso-215/C/Y003/Y003) 26-07-2011 12:31:02
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.