Sensus tersebut akan mulai dilakukan 15 Juli sampai dengan 14 Agustus 2011, kata Kepala BPS Kota Cimahi, Lilis Pujiawati kepada wartawan, Rabu.
Untuk menyukseskan program pemerintah tersebut, BPS akan mengerahkan 181 petugas pencacah.
"Jumlah RTS yang ada saat ini merupakan data hasil sensus tahun 2008. Sensus penduduk ini rutin dilakukan setiap tiga tahun sekali," kata Lilis.
Menurutnya, pendataan penduduk yang akan dilakukan pada tahun 2011 berbeda dengan pendataan sebelumnya dilihat dari metode verifikasinya.
Diharapkannya, pendataan ulang itu akan selesai pada November mendatang dan bisa digunakan untuk tahun 2012-2014.
"Kita harapkan jumlah RTS berkurang. Bukan tidak mungkin orang yang saat ini masuk daftar RTS, tidak akan masuk dalam kategori miskin lagi karena telah sejahtera dengan dibantu sejumlah program peningkatan kesejahteraan," ujarnya.
Sebelumnya, sebanyak 33 ribu RTS di Kota Cimahi belum terjangkau program Jamkesmas (jaminan kesehatan masyarakat).
Jumlah ini tampaknya sulit terkover karena dana alokasi khusus (DAK) yang akan diterima Kota Cimahi pada 2011 hanya Rp1,9 miliar, jauh berkurang dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp27 miliar.
Kepala Bappeda Kota Cimahi Didi Jamhir berharap pemerintah pusat memberikan bantun dalam bentuk lain guna mengjangkau warga yang belum terlayani Jamkesmas.
Tercatat hingga saat ini baru 85 ribu RTS yang sudah ter-jangkau program Jamkesmas.
"Kalau DAK-nya kecil, kami berharap alokasi umum (DAU)-nya dinaikkan. Yang jelas dibutuhkan anggaran yang cukup besar untuk melayani Jamkesmas. Kalau belum terlayani Jamkesmas, kasihan warga miskin yang mau berobat," kata Didi.***4***
(U.pso-215/C/Y003/Y003) 13-07-2011 15:04:58
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.