"Hapuskan tenaga kerja kontrak, sepakat kawan-kawan," kata KOordinator Lapangan KASBI Daryanto, saat menggelar aksi unjuk rasa, di depan pintu masuk Gedung Sate Jalan Diponegoro No.22, Kota Bandung, Minggu.
Ia mengatakan, ada tujuh tuntutan utama buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional kali ini, selain penghapusan sistem tenaga kerja kontrak.
"Kami dari Komite Aksi 1Mei, menuntut tolak PHK, tolak upah murah, hentikan pemberangusan serikat, kerja-kerja pengawas disnaker harus lebih nyata dan tegas, berikan modal dan teknologi pertanian modern serta tentukan harga dasar komoditi petani dalam negeri," ujar Daryanto.
Selain menggelar aksi unjuk rasa, massa buruh juga menggelar aksi pentas seni kesenian sunda.
Dalam aksi buruh itu turut serta sekitar 100 orang mahasiswa yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat, juga menggelar aksi unjuk rasa, di depan Gedung Sate Bandung, dalam rangka hari buruh.
"Tuntutan kami pada 'Mayday' kali ini ialah hapuskan sistem kontrak atau 'outsourcing', lawan segala bentuk praktik union busting," kata Juru Bicara GMNI yang tergabung dalam FPR, Helmud Hector.
Polisi Siaga
Sementara itu, untuk mengantisipasi gerakan massa buruh dari berbagai organisasi buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional, ribuan polisi siaga di sekitar Gedung Sate Bandung.
Seluruh pintu masuk di sekitar Gedung Sate dijaga ketat oleh petugas dari kepolisian dan Satpol PP.
Selain itu, dua unit mobil "water canon" dari Polrestabes Bandung, disiagakan polisi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama aksi berlangsung di halaman Gedung Sate.
Aksi unjuk rasa itu juga menarik perhatian warga dan para pedagang kaki lima di Lapangan Gasibu.
Editor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.