Cirebon 16/4 (ANTARA) - Kapolda Jawa Barat Irjen Polisi Suparni Parto di Mapolres Kota Cirebon, Sabtu petang, mengungkapkan, 80 persen pelaku bom bunuh diri di Mesjid Ad Dzikro Mapolresta Cirebon, Jumat (15/4) mengarah pada MS (Mochamad Syarif).

"Delapan puluh persen penyidikan yang kami lakukan pelaku bom bunuh diri di Cirebon mengarah ke MS," kata Kapolda kepada wartawan di Cirebon, Sabtu.

Ia tidak mau berkomentar saat ditanya motif pelaku bom itu dengan alasan penyidikan yang dilakukan belum rampung.

"Kami belum bisa menyampaikan hasil penyidikan yang kami lakukan karena proses penyidikan masih berjalan," katanya.

Isu yang berkembang motif di balik aksi bom bunuh diri itu disebabkan berbagai hal, di antaranya dikaitkan dengan kasus perusakan tiga mini market tanggal 19 September 2011 di Cirebon karena menjual minuman keras.

Serangan ke mini market itu berujung ditangkapnya lima orang yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan sudah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Cirebon.

Isu lain dikaitkan dengan terbunuhnya seorang anggota TNI yang sehari-harinya bertugas di Kodim Sumber, Kopka Suteja.

Polisi pun menduga pelaku pembunuhan itu berinisial MS merupakan orang yang sama yang diduga melakukan pembunuhan tehadap mantan sopir Dandim Kabupaten Cirebon ini.
Namun, mengenai kepastian apakah MS sebagai pelaku kasus bom bunuh diri di Mapolres Cirebon maupun pelaku pembunuhan anggota TNI, sejauh ini masih dalam proses penyidikan kepolisian.

"Sejauh ini kami masih mempelajari apakah kedua kasus tersebut saling berkaitan atau tidak," tegas Kapolda.

Mengenai perkembangan terakhir penyidikan kasus bom bunuh diri ini, Kapolda menyebutkan, pihak keluarga MS pun sudah dibawa ke Jakarta untuk dilakukan tes DNA.

"Dua anggota keluarga MS, yakni ibunya (Ratu Sri Mulat, red) dan adiknya tersangka (Mohamad Fatoni, red), sudah diambil sampel darahnya," kata Kapolda.

Sementara itu, pascabom bunuh diri penjagaan di sekitar Mapolres Cirebon Kota terus ditingkatkan.

Sejumlah petugas berseragam serta bersenjata lengkap nampak berada di bagian depan dan belakang gerbang.

Di sekeliling Mapolres juga terlihat petugas berjaga-jaga dan hingga Sabtu (16/4) malam, petugas provost masih belum mengizinkan masyarakat umum dan jurnalis memasuki areal markas. ***3***

Yasad A


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026