Bekasi, 10/3 (ANTARA) - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, memprioritaskan lima proyek pembangunan daerah selama kurun waktu 2011 dengan total anggaran ratusan miliar rupiah.

Wakil Wali Kota Bekasi, Rahmat Efendi, usai menghadiri Sidang Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Kota Bekasi, Kamis, mengatakan, proyek tersebut mendesak direalisasikan mulai 2011.

"Di antaranya, renovasi Gelanggang Olahraga (GOR) Bekasi, jalan layang Bulak Kapal, remp tol Bekasi Barat, pembangunan gedung perkantoran Pemkot Bekasi 10 lantai, dan jalan layang Ahmad Yani," katanya.

Menurut dia, proses renovasi GOR di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan telah dialokasikan sebesar Rp25 miliar bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dan Rp10 miliar melalui APBD setempat.

Sementara pembangunan jalan layang Bulak Kapal, Kecamatan Bekasi Timur yang berfungsi mengantisipasi kepadatan lalu lintas di wilayah setempat dialokasikan sebesar Rp20 miliar dari bantuan APBN.

Sedangkan, Pemkot Bekasi mengalokasikan dana melalui APBD Rp10 miliar untuk keperluan pembebasan lahan.

"Untuk pembangunan Remp Tol Bekasi Barat akan dikerjakan pihak konsorsium ketiga dengan dana Rp15 miliar. Pemkot bertugas menyediakan detil teknik desain dengan biaya Rp3 miliar. Proyek itu memakan waktu dua tahun" katanya.

Dikatakan Rahmat, pembangunan gedung perkantoran 10 lantai yang berlokasi di lingkup Pemkot Bekasi dialokasikan melalui APBD setempat Rp12,5 miliar untuk tahap awal pembangunan pondasi lantai dasar.

"Pembangunan kantor 10 lantai ini merupakan tindaklanjut dari rencana pimpinan daerah sebelumnya yang telah dipublikasikan kepada masyarakat. Fasilitas itu akan membantu memaksimalkan pelayanan publik," katanya.

Dikatakan Rahmat, sejumlah gedung dinas Pemkot Bekasi saat ini masih tersebar secara acak di luar komplek perkantoran dengan cara mengontrak bangunan milik swasta.

Sedangkan proyek terakhir yang menjadi skala prioritas adalah pembangunan jalan layang Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan yang dikerjakan oleh pihak ketiga melalui PT Sumerecon.

"Kami menargetkan jalan yang berfungsi untuk mengantisipasi kepadatan di sekitar simpang Bulan-bulan, Jalan Ir H Juanda tersebut segera terwujud dalam dua tahun," ujarnya.

Rahmat menambahkan, pihaknya akan bertekad menyelesaikan lima program tersebut meski akan beresiko mengalami devisit anggaran.

"Harus ada keberanian dari pemerintah. Saya sendiri berani menanggung devisit hingga Rp50 miliar. Untuk menutupi kekurangan itu akan diupayakan melaui berbagai sumber PAD," demikian Rahmat.

Andi Firdaus


Editor : Teguh Handoko

COPYRIGHT © ANTARA 2026