Pengumpulan uang tersebut bersamaan digelarnya bakti sosial kebersihan di Kompleks Gelora Merdeka Kerkoff Garut kota, Selasa, dalam rangka peringatan hari perempuan sedunia.
Darsem merupakan seorang wanita yang terjerat hukum karena telah membunuh majikannya di Arab Saudi ketika majikannya hendak memperkosa.
Pengumpulan uang bertemakan "Koin Peduli Darsem" tersebut dihadiri para ibu-ibu pejabat pemerintah daerah serta istri Bupati Nurrohimah Aceng Fikri sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Garut dan istri Wakil Bupati Garut, Rani Permata Diky Candra yang datang bersama Wakil Bupati Diky chandra.
"Ini sebagai bentuk kepedulian perempuan. Kami terpanggil untuk membantu dia yang berusaha mempertahankan harga dirinya sebagai wanita," kata Rani Permata yang menggagas melakukan kegiatan pengumpulan bantuan dana untuk Darsem.
Pengumpulan dana itu dilakukan dengan membawa kotak bertuliskan "Koin Peduli Darsem" kemudian berkeliling di sekitar tempat digelarnya bakti sosial.
Dana berupa uang yang terkumpul, dari mulai recehan hingga lembaran uang ribuan, yang tampak antusias diberikan dari para peserta yang mengikuti bakti sosial maupun masyarakat umum.
Dikatakan Rani, kegiatan serupa pengumpulan dana untuk Darsem akan digelar pada beberapa hari selanjutnya, hingga dana yang terkumpul dinilai cukup besar.
"Kami akan coba berkoordinasi dengan ibu-ibu PKK di setiap kecamatan, mudah-mudahan seluruh warga Garut dapat menunjukan kepeduliannya dengan menyumbang uang semampunya," kata Rani.
Kegiatan penggalangan dana tersebut, bukan hanya dilakukan kaum perempuan namun Wakil Bupati Garut Diky Chandra rela berjalan kaki menyusuri ruas jalan di kota itu.
Wakil Bupati Garut yang didampingi Dandim 0611 Garut, Letkol Arm Edi Yusnandar membawa kotak dus kemudian mendatangi kantor Perbankan diantaranya Bank BJB dan Bank BNI.
"Kepedulian sesama harus dilakukan, kami mengajak masyarakat Garut agar menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu Darsem di luar negeri," kata Diky.
Feri P
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.