Cianjur, 22/12 (ANTARA) - Puluhan orang yang tergabung dalam Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Cianjur, Jabar, Rabu, melempari halaman RSUD Cianjur, dengan telur dan tomat busuk.

Aksi tersebut dipicu karena kekesalan massa atas sikap dan perlakuan pihak rumah sakit, yang dinilai diskriminatif dalam memberikan pelayanan kesehatan dan penanganan terhadap warga miskin.

"Seharusnya semua warga mendapatkan hak yang sama dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Namun di rumah sakit milik daerah ini ada perbedaan," kata koordinator aksi, Ferry Patra Kusumah.

Dia menilai, diskriminatif penanganan medis kerap dilakukan para petugas rumah sakit terhadap pasien miskin, bahkan pihak rumah sakit menolak pasien miskin tanpa alasan yang jelas.

"Kami sering menerima pengaduan pasien miskin yang meninggal dunia karena tidak dirawat secara optimal atau pasien miskin yang ditolak rumah sakit untuk mendapatkan perawatan," tuturnya.

Hal tersebut terang dia, terbukti dengan hasil penilaian terhadap RSUD Cianjur, memiliki predikat terburuk ke dua di Jawa Barat.

Meskipun aksi tersebut berjalan dibawah guyuran hujan lebat, tidak menyurutkan semangat pengunjuk rasa. Aksi tersebut, mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian maupun petugas keamanan rumah sakit.

Dalam orasinya, para pengunjuk rasa menyoroti kasus bidan siaga di Kecamatan Naringgul, yang memasang tarif bagi warga tidak mampu sebesar Rp1,5 juta, untuk biaya persalinan.

"Mana janji Bupati Cianjur, menjadikan Cianjur lebih sehat. Kami menuntut Pemerintah dan DPRD, untuk memberikan sanksi tegas terhadap pelayan kesehatan seperti bidan siaga, perawat dan dokter yang memasang tarif mahal," ucapnya.

Usai melakukan aksi lempar telur dan tomat busuk ke halaman rumah sakit, massa melanjutkan aksinya ke Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur.

Massa sempat melakukan orasi dan menuntut penyelesaian kasus pendataan Program Jamkesda yang dinilainya semrawut.(KR,FKR)

Fikri


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026