Dua remaja malang itu bernama Egi Kulsumadani (17) dan Ahmad Fadil (16) siswa SMP BPI Bandung. Keduanya dicegat sekelompok orang yang mengaku polisi saat tengah mengendarai kendaraan sepeda motor beat dari Tegallega, Bandung.
"Waktu itu saya baru pulang dari rumah teman yang ada di Tegallega. saat mau pulang, sekitar pukul 00.30 WIB, di depan SMP 11. Kami berdua dicegat oleh sekitar enam orang yang berpura-pura menanyakan surat-surat motor," kata Egi saat ditemui wartawan di Rumah Sakit Cibabat, Cimahi, Minggu.
Lebih lanjut dijelaskannya, keenam orang rampok itu mengendarai mobil kijang yang diparkir di sekitar Tegallega itu selanjutnya, menyuruh mereka membuka baju dengan alasan untuk dilakukan pemeriksaan karena telah dianggap anggota geng motor. Kemudian keduanya pun dibawa ke mobilnya setelah sebelumnya STNK motor mereka disita.
"Saat diesakap dalam mobil, kepala kami ditutup dengan karung agar tidak bisa melihat sambil dipukuli karena dianggap geng motor. Setelah itu kami diturunkan disuatu tempat untuk disruh berendam di selokan," tandasnya.
Setelah disuruh berendam kaki dan tangan mereka diikat kencang oleh perampok itu, para pelaku yang mengaku sebagai anggota Polda itu pun selanjutnya meninggalkan mereka. Setelah itu keduanya bisa meloloskan diri, dan baru tersadar jika keduanya sudah berada di Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.
"Kami sempat melaporkan kasus perampokan ini kepada kepolisian diantar oleh warga setempat. Setelah itu, kami diantar ke Rumah sakit Cibabat. Motor kami bernomor polisi D 6984 HT sudah dibawa lari pelaku beserta STNKnya," ujarnya.
Wajah Egi penuh dengan luka lebam. Bibirnya pun tampak biru dan besar. Sedangkan kawannya, Fadil, masih enggan diajak berbicara. Dia masih trauma dengan kejadian tersebut.
Dari pengakuan Egi, bukan hanya Honda Beat bernomor polisi D 6984 HT, yang dirampas para pelaku yang mengaku sebagai anggota Polda. Tetapi, jam tangan, ponsel dan dompetnya diambil bersama pelaku.
"Ternyata dia bukan polisi, karena bukan hanya motor. Semua barang berharga saya juga diambil pelaku, seperti dompet, ponsel, dan jam tangan," kata remaja berusia 17 tahun ini.***1***
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.