Bandung, 5/11 (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, mengimbau masyarakat mengenakan masker agar tidak menghirup abu vulkanik dari letusan Gunung Merapi yang sampai di wilayah Jawa Barat seperti Kota/Kabupaten Bandung, Tasikmalaya dan Sumedang.

"Kalau memang tidak ingin terkena sama sekali jangan ke luar rumah, tapi kalau mendesak saya mengimbau agar menggunakan masker," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr Alma Lucyati, di Kota Bandung, Jumat.

Ditemui usai melakukan rapat koordinasi antisipasi penanggulangan bencana alam di Gedung Sate Bandung, Alma membenarkan bahwa abu yang ada di sekitar Kota Bandung merupakan abu yang terbawa oleh angin dari Gunung Merapi.

"Tadi saya dapat keterangan dari pihak BMKG dan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), bahwa hujan abu ini memang dari Gunung Merapi," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya memberikan sedikit tips tentang tata cara penggunaan masker yang baik dan benar.

"Masker yang baik itu terbuat dari kain, mau itu kain untuk bahan kaos atau untuk bahan popok. Kalau bisa masker yang kita pakai itu berlapis dan sebelum digunakan dibasahi oleh air sehingga lembab. Mengapa harus lembab, ini agar bisa menyaring partikel debu, penggunaan sebuah masker paling lama digunakan untuk waktu tiga hingga enam jam," katanya.

Sementara itu, Kabid Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) M Henrasto, mengimbau agar warga tak panik.

"Saya imbau agar warga tidak panik, ini memang abu dari letusan Gunung Merapi. Untuk mengantisipasinya agar tetap aman cukup menggunakan masker atau kacamata untuk menghindari debu-debu tersebut," kata M Hentrastro.

Abu tipis dari letusan Gunung Merapi dirasakan oleh masyarakat Sumedang dan Cicalengka Kabupaten Bandung dan Kota Bandung.***3***

Ajat S


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026