"Harga hewan kurban di pantura Indramayu saat ini masih stabil, biasanya harga tersebut meningkat sepekan sebelum Lebaran Idul Adha,"kata Basir pedagang hewan kurban di Indramayu, Rabu.
Dikatakannya, permintaan hewan kurban di pantura Indramayu setiap tahun mengalami peningkatan, sehingga memicu kenaikan harga hewan kurban tersebut.
Untuk domba ukuran sedang dijual Rp 1,5 juta padahal tahun sebelumnya hanya Rp 1,2 juta. Diperkirakan harga terus meningkat.
"Pasokan hewan kurban selama ini masih lancar meski didatangkan dari daerah lain, karena peternakan di pantura Indramayu terbatas,"katanya.
Sementara itu Unang pedagang lain mengaku, hewan kurban dari luar daerah pantura Indramayu seperti jenis domba kurang diminati pembeli biasanya mereka tetap memilih domba lokal,karena kualitas diperkirakan cukup baik.
"Hewan kurban lokal harganya cukup tinggi dibandingkan dari daerah lain, namun persediaan hewan kurban tersebut terbatas,"katanya.
Dia menambahkan, kekurangan pasokan hewan kurban lokal merupakan kesempatan baik untuk peternak yang berada di pesisir pantai Indramayu meningkatkan produksi mereka.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Indramayu Ir Toto Kusmanto menuturkan, peternakan di Indramayu tersebar di bagian barat pantura, seperti kecamatan Cikedung, Kroya hingga keperbatasan Kabupaten Subang.
"Peternakan di pantura Indramayu akan terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban di daerah sendiri, karena permintaan hewan tersebut terus meningkat setiap tahunnya,"katanya.
"Kabupaten Indramayu cukup potensial mengembangkan berbagai jenis hewan ternak, karena memilik dataran luas untuk lahan gembala selain kebutuhan pakan hewan ternak tersebut melimpah,"katanya.***2***
(T.pso-061/B/B008/B008)
Enjang S
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.