"Mulai 2011 seluruh perhatian kita terhadap benda cagar budaya akan lebih ditingkatkan, mulai dari pengamanan dan perlindungan benda-benda sejarah tersebut," kata Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Senin.
Saat membuka acara Konferensi Internasional Budaya Sunda di Hotel Salak The Haristage Kota Bogor, Gubernur menyatakan pemerintah akan menganggarkan dana lebih untuk melindungi benda cagar budaya dari kerusakan dan kepunahan.
Gubernur menyebutkan Provinsi Jawa Barat memiliki banyak benda peninggalan sejarah, seperti Gunung Padang yang terletak di perbatasan Dusun Gunung Padang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, sebuah situs peninggalan zaman prasejarah yang berupa piramid, peninggalan kerajaan Tarumanegara.
Selain itu ada pula Candi Jiwa yang terdapat Desa Batu Jaya, Kecamata Batu Jaya, Kabupaten Kerawang di yang luasnya melebihi Candi Borobudur dan terdapat 30 bangunan.
"Jawa Barat memiliki penemuan sejarah masa lalu yang pernah ada, kondisi ini perlu mendapat perhatian, tahun depan semuanya akan kita perbaiki, dan secara bertahap akan dimulai pembehanan untuk dibangun sebagai upaya penyelamat jangan sampai rusak," kata Gubernur.
Gubernur menjelaskan, pembangunan akan dilakukan dengan mendirikan pemagaran di sekitar lokasi penemuan benda cagar budaya. Pagar yang dibanguan berupa permanen agar para pengunjung yang datang tidak menyentuh benda-benda sejarah tersebut.
Gubernur mengatakan, untuk melindungi benda cagar budaya yang ada pihaknya tidak bisa sendiri, diperlukan kerjasama semua pihak.
Pihaknya akan mengkomunikasikan hal tersebut dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, selain seluruh pemerintah daerah di Jawa Barat untuk mememilihara situs-situs peninggalan sejarah tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Periwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Herdiwan mengatakan perhatian pemerintah daerah dalam melindungi benda cagar budaya sudah mulai terlihat.
"Buktinya tahun ini kita sudah mulai melakukan upaya penyelamatan benda cagar budaya dengan mendirikan pengamanan disekitar penemuan-penemuan hal ini untuk melindungi benda tersebut dari kerusakan," ucapnya.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengekspos keberadaan benda-benda budaya yang ada untuk menumbuhkan kepedulian perhatian dan rasa bangga masyarakat bahwa terdapat banyak benda budaya yang tersimpan ditanah leluhur.
"Kita harapkan melalui konferensi Internasional Budaya Sunda ini kita bisa menginformasikana kepada masyarakat tentang benda budaya yang kita miliki, sehingga tumbuh rasa bangga memiliki kekayaan budaya," katanya.
Konferensi Internasional tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat yang bekerja sama dengan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari dimulai dari Senin (25/10) hingga Rabu (27/10) mendatang, berlangsung di Kota Bogor dan Kerawang.
Kegiatan diisi dengan Pameran Budaya, pertunjukan seni, dan seminar yang diikuti oleh puluhan peserta dari kalangan budayawan, sejarahwan, LSM, Mahasiswa dan pelajar dari seluruh Provinsi Jawa Barat dan beberapa provinsi undangan.
Laily R
Editor : Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.