"Kami memberikan pengarahan langsung di beberapa lokasi sebagai bentuk pengawasan dan penertiban administrasi baik yang bekerja ataupun yang tinggal menetap," kata Kepala Seksi Pengawasan dan Yustisi Dinas Kependudukan Kota Bandung, Taspen Effendi.
Pada operasi yustisi yang digelar Selasa ini, Taspen langsung terjun memberikan pengarahan dihadapan puluhan penghuni kos yang berlokasi di Banceuy, dilanjutkan dengan pendataan KTP dan Surat Keterangan Tinggal Sementara yang didapatkan dari Kantor Kelurahan Setempat.
Dikemukakannya, pihak Disduk secara tegas langsung melakukan BAP jika ada warga yang diketahui tidak memiliki KTP atau SKCK dan operasi ini akan dilakukan secra rutin sebulan sekali di beberapa lokasi di Kota Bandung.
"Kami langsung memprosesnya di tempat dan memberikan pengantar untuk membuat KTP di wilayah masing-masing," tambah Taspen.
Selain dilaksanakan pada siang hari, Operasi Yustisi juga digelar pada malam hari di lokasi-lokasi yang dinilai rawan penduduk liar atau penduduk luar yang tidak memiliki SKCK.
Dalam operasi kali ini, Disduk menurunkan empat tim yang masing-masing berjumlah 18 orang, dengan sasaran toko-toko di sepanjang ABC, Alkateri, Otista, Banceuy serta beberapa tempat kost yang dihuni para pekerja malam.
Taspen mengatakan, untuk mempermudah Operasi Disduk di beberapa tempat kost, Disduk dan aparat wilayah setempat melibatkan anggota kepolisian, lantaran selama ini pihak RT, RW dan lurah mengaku sulit menjangkau para penghuni kos, khususnya di siang hari.
"Kami sudah persiapkan pengawalan dan dukungan tim dari Disduk kotan karena jika dilakukan secara personal sangat sulit, dan sebagian menolak untuk ditertibkan," jelas Ketua RW 07 Banceuy, Yadin di lokasi.
Kata Yadin, untuk razia yustisi di tempat kos dibutuhkan waktu yang paling strategis karena para pekerja hiburan memiliki jam tidur yang berbeda dari masyarakat pada umumnya.
"Jika malam hari mereka keluar tempat kost karena tuntutan pekerjaan di malam hari, sementara pada siang hari mereka istirahat, namun untuk penertiban ini tetap harus dilakukan meski agak mengganggu jam tidurnya di siang hari," demikian katanya.***4***
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.