"Setidaknya ada dua persoalan yang harus dibenahi tahun depan dari penyelenggaraan haji di KBB. Masalah teknis pendaftaran dan pada saat bimbingan ibadah haji," kata Abubakar usai penutupan pelatihan manasik haji di Pondok Pesantren Ryadul Huda Ngamprah, Selasa.
Ditambahkannya, total kuota haji asal KBB sebanyak 979 jemaah haji dengan 372 orang diantaranya melakukan mutasi keberangkatan ke daerah lain merupakan masalah yang harus segera dibenahi untuk tidak terjadi lagi.
Musim haji berikutnya diharuskan mulai efektif dilakukan oleh Kantor Kementrian Agama KBB. Kementerian Agama KBB diharapkan bisa melakukan persuasif akan dilakukan kepada calhaj agar keberangkatan mereka berdasarkan azas domisili.
"Pendekatan persuasif akan dilakukan agar mereka (calhaj) bisa mendaftar di KBB dan pada saat bimbingan ibadah haji pun dilakukan di KBIH yang ada di KBB sehingga memudahkan dalam proses administrasi," ujarnya.
Abubakar mengaku bersyukur sebagai daerah baru KBB dipercaya mendapatkan kuota dalam jumlah yang banyak untuk ukuran daerah yang baru dimekarkan.
Meski demikian, ia melihat jika kuota yang ada saat ini sebanyak 979 orang dipandang masih kurang. Sedangkan mengenai kesiapan tenaga pendamping baik tim pembimbing haji maupun tenaga paramedis yang terdiri dari dokter dan perawat semuanya sudah tidak ada kendala.
"Untuk tenaga medis semua sudah siap baik dokter maupun perwatnya. Harapan saya seperti tahun lalu sejek berangkat dan kembali lagi ke tanah air semua jemaah haji asal KBB bisa selamat dan diberi kelancaran," ujarnya.
Kepala Kantor Kementrian Agama KBB Imron Rosyadi mengatakan KBB mendapatkan tambahan kuota sebanyak tiga orang sehingga jika ditotalkan kuota haji KBB tahun ini mencapai 982 orang, meskipun kenyataannya yang berangkat murni dari KBB hanya 600 jemaah.
Tiga kuota itu lalu diisi oleh jemaah haji yang masuk daftar tunggu sehingga bisa langsung berangkat bersama rombongan besar dari Bandung Barat.
Dikatakannya rombongan calhaj asal KBB dibagi kedalam tiga kelompok terbang (kloter). Kelompok pertama akan berangkat pada 23 Oktober 2010 yang tergabung di kloter 34 dengan jemaah dari Cimahi dan Bandung.
Kelompok kedua berangkat pada 6 November 2010 masuk dalam kloter 79 bersatu dengan jemaah dari Sumedang dan Kota Bekasi. Sedangkan kelompok terakhir berasal dari KBIH Ryadul Huda yang berangkat pada 10 Nopember 2010.
"Pemberangkatan akan dilakukan dari Pusdikav Padalarang dimana Kloter 34 akan take off pada Pukul 03.00 WIB tanggal 24 Oktober sedangkan Kloter 79 take off pada pukul 18.00 tanggal 7 Nopember 2010," katanya.***1***
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.