"Jadi, pengemudi yang melewati jalur itu tidak usah kahatir kegelapan lagi di sana," kata Kepala Bidang (Kabid) Peralatan Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung, Sofwan Bacjtia, tanpa menyebutkan jumlah lampu tersebut, Sabtu.
Sebelumnya, lanjut Sofwan, banyak pengguna jalan yang merasa khawatir saat melintasi jalur Nagreg, karena kondisi sepanjang jalur dengan tanjakan tajamnya itu gelap, apalagi saat macet.
"Kalau sekarang, silahkan saja coba lewat ke sana malam-malam, ga usah khawatir. Begitu juga bagi pemudik yang libur menjelang bulan Ramadan dan Lebaran nanti, ga perlu khawatir lagi," ujarnya.
Nagreg, adalah jalur menanjak-menurun yang sering padat kendaraan saat menghadapi hari libur, terutama libur lebaran Idul Fitri, sehingga kemacetan, baik dari arah timur maupun arah barat, tidak bisa lagi terhindarkan.
"Kalau sekarang, meskipun macet dan menananjak tidak usah kahawatir karena sudah dipasangi banyak lampu PJU, sehingga sudah tidak gelap lagi seperti sebelumnya," kata Sofwan pula.
Lebih jauh Sofwan menuturkan Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung dalam waktu dekat akan mengubah sistem pengelolaan sistem PJU dari kontrak ke penghitungan "kilo watt per hour" (KWH).
Perubahan ini dilakukan, kata Sofwan sebagai upaya untuk menghindari pemborosan dana yang dikeluarkan Dinas Bina Marga Kabupaten setiap bulan yang juga tidak efisien dalam pengelolaannya.
Sedangkan jika menggunakan penghitungan atau pengukuran KWH, menurut Sofwan pengeluaran biaya bisa lebih efisien, karena perhitungannya berdasarkan kepada banyaknya lampu menyala.***2***
(U.pso-156/B/Y008/Y008) 07-08-2010 15:39:58
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.